hallo, wordl

apa kabar dunia,…
adakah kisah manis di luar sana,
sejenak untuk mengobati kisah pedih penuh luka
atau bahkan berbagi beban sesama umat manusia

terorisme, dan aksi penindasan lainnya
atas nama apapun itu
tak terkecuali atas nama uang dan kehidupan dunia
yang mungkin tidak akan lama

menjilat matahari dan mengelus bulan
adalah dua hal yang tak pernah bisa terbandingkan
bukankah bulan adalah belahan jiwa matahari
yang dikasihi sinarnya walau ia hanya satu dari berjuta bagian lainnya

tak bisakah hidup berdampingan
penuh kasih antara sesama
tanpa ada cela, nista atau durja
pasti bisa

nb. anda tidak salah baca judul, memang urutan hurufnya terbalik dengan sengaja

cintanya tuh, di sini

menatap mereka yang sedang tertidur pulas
tersenyum tak sadar saat ku elus wajahnya
satu per satu kuhampiri tanpa suara
sebuah kecupan kudaratkan di masing-masing pipinya

tiba-tiba, si akang bangun dan bertanya
“abah kenapa belum bobo, ini udah jam sepuluh?”
kutengok jam dinding, menunjukkan waktu setengah dua pagi.

akang baru tahu 3 satuan waktu, jam tujuh untuk mandi pagi,
jam lima untuk pulang main,
dan jam sepuluh untuk tidur
jangan tanya jam berapa sebenarnya itu.

hal kecil ini yang terkadang sulit untuk bisa saya bagi dengan orang lain, dan kadang muncul keinginan dalam hati. jika saja Allah memperbolehkan menghentikan waktu, maka saat anak-anak kecil seperti saat ini lah waktu terindah. saya bebas mencium, merangkul, memeluk, mengajaknya bermain sesuka hati, walau kadang saya khilaf memarahi mereka yang kemudian saya sesali saat mereka tidur -bahkan penyesalan itu tak berhenti sepanjang malam hingga pagi lagi-.

boys will be a boys, kadang mereka caper abis, maklum saja kadang abahnya tak pulang dua sampai tiga hari, sekalinya ketemu seolah tak mau lepas. dua anak duduk bersebelahan, berbagi paha karena keduanya tak mau jauh barang sebentar saja.

ouch, ada hal yang kadang terlupakan, saking asyiknya bermain dengan keluarga sendiri, malah lupa sama orang tua. itu mah penyakit umum yang semoga tidak terjadi pada kami.

ya Allah, jadikanlah anak-anakku selalu sehat, memiliki iman dan aqidah yang kuat, memiliki kecukupan rezeki yang membuat mereka tak lupa akan rasa syukur, berikan mereka kesehatan yang baik, berikan mereka pemahaman atas ilmu yang baik, berikan mereka kekuatan jasad yang baik.

ya Allah, berikan keluarga kami kebahagiaan dunia dan akhirat, ingatkan kami atas kehidupan dunia dan kehidupan setelahnya, jangan lengahkan kami dari diriMu, RasulMu dan agamaMu.

ya Allah ya rahman yaa rahiim, terutama dan tak terkecuali, limpahkan kasih sayang pada orang tua kami, jadikan mereka khusnul khotimah, izinkan mereka menikmati kebahagiaan bersama kami, izinkan mereka hidup berbahagia, memiliki kesehatan yang baik, ada bersama di samping kami hingga akhir hayat mereka atau kami -jika mendahului-, Allahuma Allah ya rahmaan berikan mereka curahan kasih sayang tak terbatas, berikan mereka hidayah dan taufiq agar hidupnya berkenan dan engkau terima amal ibadahnya. aamiin

buku yang belum beres dibaca

belum beres dibaca karena dua hal, pertama karena memang benar-benar belum disentuh, yang kedua karena baru dibaca sebagian

1. steve jobs by walter isaacson

2. road to mecca by muhammad asad

3. road to mecca 2 by muhammad asad

4. rahvayana oleh sudjiwotedjo

5. supernova 2 akar oleh dewi lestari

6. supernova 3  petir oleh dewi lestari

7. supernova 4  partikel oleh dewi lestari

8. supernova 5 gelombang oleh dewi lestari

9. sabtu bersama bapak oleh adhitya mulya

10. pandangan hidup muslim oleh hamka

11. – sudah dirapihkan istri masuk ke rak buku, nggak tahu yang mana lagi -

membaca itu tidak mudah

yang bikin baca itu nggak mudah

1. gak sempet

2. kebanyakan bukunya

3. susah bacanya, biasanya ini kalau bahasa asing

4. belon beres baca satu buku, udah ada buku lain yang menarik

5. kurangnya niat

maka, mana alasan yang cocok dengan anda? :D

Rizqi dan Ikhtiar

Sebuah pesan (pengingat lebih tepatnya), dari seorang teman, kakak, sahabat, dan panutan

Mungkin kau tak tahu di mana rizqimu. Tapi rizqimu tahu di mana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.
Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.
Tugas kita bukan mengkhawatiri rizqi atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban “Dari Mana” & “Untuk Apa” atas tiap karunia.
Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.
Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya mati.
Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita. Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya.
Kita bekerja tuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita; Allah taruh sekehendakNya.
Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki bayinya? Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan.
Ia kejutan tuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugasnya cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.
Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia; jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, “Buat apa?”
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia; lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab & haramnya akan di’adzab.
Banyak yang mencampakkan keikhlasan ‘amal demi tambahan harta, plus dibumbui kata tuk bantu sesama; lupa bahwa ‘ibadah apapun semata atas pertolonganNya.
Dengan itu kita mohon “Ihdinash Shirathal Mustaqim”; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat.
Maka segala puji bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah menjadi sempurna semua kebajikan.

Sekian bincang rizqi;

like father like son, waktu kecil bapaknya pernah ilang karena masuk dus di sebuah pertokoan :D

View on Path