Posted by: roisz | April 14, 2008

Cimol

Cimol yang saya maksud bukanlah cibadak mall, alias sentra barang second maupun barang impor di Bandung, pusat segala baju-baju bekas (yang katanya berkualitas). Cimol yang saya maksud adalah makanan sederhana yang dibuat dari Aci (tepung kanji).

Anteng Ngagugulung Cimol

Cimol banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan, identik dengan makanan di pasar kaki lima (biasanya sebelah tukang gehu, pisang goreng, atau bala-bala), atau juga kerapkali ditemukan di Sekolah Dasar.

Cimol ini mirip halnya dengan Cilok (atau aci dicolok), untuk cimol sendiri saya belum tahu apa yang menjadi kepanjangannya. Bagi saya yang menjadi keunikan tersendir dari makanan ini adalah rasanya, ada rasa pizza, rasa barbeque, rasa keju dan lain sebagainya. Rasa-rasa tersebut berasal dari taburan perasa yang biasa digunakan untuk kentang goreng, atau orang sekarang bilangnya french fries.

image : bidikan kang David Murdi, saat anteng ngagugulung cimol.

Responses

orang tanya: “mang, naon cimol teh?”
penjual cimol: “aci di emol, cimol”

*kriuk

@jagrag
kok cimol kriuk,
ah, saya sendiri baru beberapa kali saja menikmati panganan yang satu ini

cimol=aci diemol, cilok=aci dicolok, comro=oncom di jero, misro=amis dijero, sukro=suuk dijero. Ada lagi?

bentuk kreatifitas orang sunda :-D

@gajahkurus tapi agak gemukan

amin
mudah2an orang sunda semakin kreatif
agar tidak kalah di percaturan internasional sama bang utut adianto :D

minggu lalu ke Bandung saya juga makan cimol di alun-alun :)

@rindu
wah, ditunggu ceritanya mbak

Cimol teh makanan ringan, yang awas loch bisa bikin gemuk ?

@amir
iya pak
kalau makan cimol sama penjual-penjualnya
hehehe

Leave a response

Your response:

Categories