Posted by: roisz | June 5, 2008

Ingat Mati

kala benar-benar aku ingat mati.

siapkah aku mati?

kulihat rekening koran, surat deposito, kontainer logam berharga, dan perhiasanku di Bank Akhirat.

wow, bahkan namaku hanya tercantum sebagai pemilik rekening pasive

tak ada tambahan sama sekali sejak aku aqil baligh

jikapun ada, hanya berupa recehan atas do’a kedua orang tuaku atas ku

waduh, gawat ini

bagaimana mungkin ini terjadi

bahkan untuk tiket ke perempatan surga pun tidak cukup sama sekali

kuteguhkan diri, barangkali ada rekening lain atas namaku, kutanya petugas di teller

aku : mbak, apa ada rekening pahala lain atas nama saya, mohon dicek lagi

petugas : maaf, hanya ini yang ada, itupun belum terkena potongan atas hutang, kebencian, iri dan dendam, serta perasaan tidak enak dari orang lain terhadap anda selama di dunia

aku : apa potongannya banyak

petugas : maaf, belum bisa saya berikan jawabnya sekarang, silahkan bapak tunggu sejenak

keadaan semakin gawat

kulihat sekeliling, apakah ada angkutan kembali ke dunia, ke masa lalu, ketika aku masih kecil dulu

agar bisa kutata dengan baik alur hidupku

aku terbangun dalam senyak, sesak nafas, hanya bisa kuucap Alhamdulillah, kakiku masih menginjak tanah, dan aku masih bernafas


Responses

  1. “bangun pagi, tarik nafas, buang nafas, bertahan hidup untuk hari ini, dan hari esok untuk kehidupan yang lebih baik”

    -hanya copy paste :)


Leave a response

Your response:

Categories