kawan, bagaimana kabarmu di sana?
masihkah matahari bersinar di pagimu,
masihkah kicau burung bernyanyi di jendelamu,
embun pagi yang bening, di atas dedaunan, menanti untuk kau sentuh.kawan, adakah kehidupan di sana?
tiada kabar berita,
jangankan sepucuk surat,
kabar burung pun tiada nampak.angin berdesir, berdesah dalam keheningan
seiring tulip yang bertutur dalam indahnya
terdiam membisu dalam buai senja
temaram bersama duka nestapabahagia terencana
merengkuh pesona, jauhkan nestapa
semoga berbahagia
merengkuh dayung bersama
bahagia bersama kata dan do’a
Posted by: roisz | July 31, 2008
sepucuk surat untuk kawan
Posted in Daily, My Life, Religion and Philosophy, Romance and Relationships | Tags: bahagia, Friends, harapan, kawan, sepucuk, surat
Responses
Leave a response
Categories
- Affiliations
- Afiliasi
- Automotive
- Blogging Friends
- Blogroll
- Blogs
- Books
- Business
- Computers and Internet
- Culture
- curhat
- Daily
- Design
- Entertainment
- Events
- Family
- Fashion, Style, Shopping
- Film
- Foods and Drinks
- Friends
- Goals, Plans, Hopes
- Health and Wellness
- Hobbies
- Humor
- Internet
- Jobs, Work, Careers
- Komunitas
- Music
- My Life
- Religion and Philosophy
- Romance and Relationships
- Ruang Lain
- Sarapan
- School, College, Greek
- Science
- sekitar
- Software
- Sports
- Technology
- Teman Nge-blog
- teman-teman
- Travel and Places
- Uncategorized
- Weblogs
Tinggal di kampung lebih bermakna mesera alam
By: suratman Madiu on September 10, 2008
at 12:33 pm