mungkin tepat jika blog memang dijadikan sarana yang efektif untuk berkeluh kesah. walau kini kebebasan itu sudah kembali terkungkung oleh sebuah aturan yang dibuat oleh manusia-manusia yang takut dikomentari. yang pada akhirnya hanya akan menjadikan manusia sebagai budak dalam sebuah kebebasan yang tidak dapat diartikan sebagai kebebasan yang semestinya.
curahan perasaan itu memang diperlukan, jika tidak hanya akan menjadi sebuah amarah yang terpendam, yang berbahaya jika ditahan. tapi jika tidak ditahan hanya akan mengubah tatanan yang sudah ada, yang bahkan mungkin tidak dipahami tatanan tersebut seperti apa dan bagaimana.
tatanan ajeg yang semakin lama semakin membosankan saja, semakin membuat tidak nyaman dan memaksa diri untuk menjadi yang tidak sepatutnya. kenikmatan, kebahagiaan, itu hilang sirna oleh sebuah kepalsuan dan keterpaksaan. tidak bisa menikmati hidup adalah opsi berikutnya. ketika hidup hanya sekedar menjadikan diri memenuhi kewajiban saja tanpa merasa bahwa kewajiban itu adalah kebutuhan yang harus dipenuhi.
kebebasan menulis sudah tidak ditemukan sekarang, bagaimana dengan nasib ibu prita, dan banyak kasus lain yang tidak ter-expose oleh media.