<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bilik Tak Berruang &#187; Religion and Philosophy</title>
	<atom:link href="http://roisz.wordpress.com/category/religion-and-philosophy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://roisz.wordpress.com</link>
	<description>Sebuah bilik lain dari bangunan hati termegah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2009 17:07:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='roisz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1fc2468286b3809c3a3cbd0b5617e273?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bilik Tak Berruang &#187; Religion and Philosophy</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>jangan jadikan inginmu sebagai pembunuhmu</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2009/09/11/jangan-jadikan-inginmu-sebagai-pembunuhmu/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2009/09/11/jangan-jadikan-inginmu-sebagai-pembunuhmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 07:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=570</guid>
		<description><![CDATA[aku ingin ini, ma&#8230;
it was,&#8230; ketika aku kecil dulu. minta segala sesuatu sama orang tua.
it was,&#8230; ketika aku beranjak remaja, masih saja meminta pada orang tua
it was,&#8230; ketika aku kuliah dan sudah punya uang sendiri, aku bisa membelanjakan segala sesuatunya sendiri
its now,&#8230; ketika sudah terbatas pada berbagai aspek kehidupan, waktu, kewajiban, umur yang semakin bertambah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=570&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>aku ingin ini, ma&#8230;</p>
<p>it was,&#8230; ketika aku kecil dulu. minta segala sesuatu sama orang tua.<br />
it was,&#8230; ketika aku beranjak remaja, masih saja meminta pada orang tua<br />
it was,&#8230; ketika aku kuliah dan sudah punya uang sendiri, aku bisa membelanjakan segala sesuatunya sendiri</p>
<p>its now,&#8230; ketika sudah terbatas pada berbagai aspek kehidupan, waktu, kewajiban, umur yang semakin bertambah, kebutuhan hidup yang semakin banyak, semakin menyadari betapa penting arti sebuah keinginan untuk direalisasikan. bukan hanya keinginan yang semata-mata terukur oleh ukuran duniawi (baca uang), tapi juga keinginan yang tidak bisa diukur olehnya.</p>
<p>keinginan adalah sesuatu yang wajar, sesuatu yang manusiawi. keinginan adalah sebuah bentuk lain dari optimisme dan hasrat untuk mengejar hidup. keinginan adalah wujud nyata dari sebuah mimpi yang kemudian direalisasikan menjadi sebuah niat secara terbagi dan bertahap untuk kita capai.</p>
<p>di sisi lain, keinginan adalah sebuah maha nyata jiwa yang bermata dua, antara wajar dan tidak wajar. ada yang pernah bilang pada saya, keinginan itu wajar tapi jangan jadikan dia sebagai obsesi. apakah saya menggolongkan keinginan sebagai sebuah obsesi. mudah2an saja bisa untuk menahannya.</p>
<p>obsesi yang tidak terkendali hanya akan menyebabkan banyak ketegangan syaraf yang kemudian berakumulasi mejadi stress, stress tak tertahan menjadikan kita stroke yang akan mendekatkan kita pada titik akhir &#8230; stop.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/570/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/570/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/570/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=570&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2009/09/11/jangan-jadikan-inginmu-sebagai-pembunuhmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pesan dari mimpi semalam,&#8230;</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2009/07/27/pesan-dari-mimpi-semalam/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2009/07/27/pesan-dari-mimpi-semalam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 03:14:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[lihatlah ke bawah untuk kehidupan duniamu, tapi
lihatlah ke atas untuk kehidupan akhiratmu
kehidupan duniamu tidak akan pernah puas jika kau selalu menengadahkan dirimu ke atas, tetapi kehidupan akhiratmu, tidak akan pernah cukup jika kau terus tertunduk melihat mereka yang ada di bawahmu.
pesan singkat, namun begitu dalam. memang hanya sebatas percakapan di alam bawah sadar, namanya juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=555&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>lihatlah ke bawah untuk kehidupan duniamu, tapi<br />
lihatlah ke atas untuk kehidupan akhiratmu</p>
<p>kehidupan duniamu tidak akan pernah puas jika kau selalu menengadahkan dirimu ke atas, tetapi kehidupan akhiratmu, tidak akan pernah cukup jika kau terus tertunduk melihat mereka yang ada di bawahmu.</p>
<p>pesan singkat, namun begitu dalam. memang hanya sebatas percakapan di alam bawah sadar, namanya juga mimpi. tapi pembicaraan dengan sang bapak dalam mimpi tersebut seolah-olah mengingatkanku pada ucapan bijak yang memang pernah kudapatkan. hanya saja, mungkin kali ini sang bapak yang menjadi perantaranya.</p>
<p>hatur nuhun, pak. we&#8217;ll always love you.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=555&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2009/07/27/pesan-dari-mimpi-semalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiprah Sa’ad bin Abi Waqqash dan Firasat Nabi SAW</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2009/03/13/kiprah-sa%e2%80%99ad-bin-abi-waqqash-dan-firasat-nabi-saw/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2009/03/13/kiprah-sa%e2%80%99ad-bin-abi-waqqash-dan-firasat-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Abang Eddy
*****
Saat terbaring dalam sakitnya, ketika pelaksanaan haji wada’, Sa’ad bin Abi Waqqash mengkhawatirkan perkara harta yang ada dalam genggamannya. Ia begitu khawatir, jikalau kelak sepeninggalnya, harta tersebut tidak termanfaatkan sebagaimana mestinya, sebagaimana amanat Allah ’azza wa jalla dan sunah dari Rasul-Nya.
Selagi merasakan kerasnya sakit, disaat ingatan dan akal Sa’ad terus menimbang-nimbang urusan harta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=529&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh Abang Eddy</p>
<p>*****</p>
<p>Saat terbaring dalam sakitnya, ketika pelaksanaan haji wada’, Sa’ad bin Abi Waqqash mengkhawatirkan perkara harta yang ada dalam genggamannya. Ia begitu khawatir, jikalau kelak sepeninggalnya, harta tersebut tidak termanfaatkan sebagaimana mestinya, sebagaimana amanat Allah ’azza wa jalla dan sunah dari Rasul-Nya.</p>
<p>Selagi merasakan kerasnya sakit, disaat ingatan dan akal Sa’ad terus menimbang-nimbang urusan harta yang meresahkannya, Nabi SAW datang menjenguk Sa’ad. Disamping pembaringan sahabatnya, salah satu diantara sepuluh orang sahabat yang dijamin menghuni surga, beliau duduk sembari meletakkan tangan di bahu Sa’ad. Perhatian sederhana dari junjungan alam tersebut, manjur memberikan ketenangan jiwa dan meredakan sakit fisik Sa’ad, yang keadaannya memang cukup memprihatinkan.<span id="more-529"></span></p>
<p>Saat Sa’ad mulai dapat mengatur nafas, mulai bisa mengendalikan suhu tubuhnya yang tinggi diterjang demam, mulailah ia mengutarakan apa yang menjadi pasal keresahan dan kegundahan hatinya.</p>
<p>”Ya, Rasulullah, alangkah kerasnya penyakit yang saya derita ini, sebagaimana engkau menyaksikan sendiri. Adapun saya memiliki harta yang cukup banyak, sedang yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Apakah boleh saya menyedekahkan dua-pertiga dari harta saya itu ?”</p>
<p>Demi mendengar pertanyaan sahabatnya, Nabi SAW tersenyum dan menjawab,”Tidak boleh, wahai Sa’ad.”</p>
<p>Nabi SAW memijat bahu Sa’ad dengan lembut, mulai mengurutnya pelan-pelan, lalu memijat seluruh permukaan lengannya. Sa’adpun bertanya untuk kedua kalinya,”Bagaimana jikalau separuhnya, ya Rasulullah ?”</p>
<p>Sambil terus memijat bahu dan lengan sahabatnya, Nabi Muhammad SAW menggelengkan kepala,”Tidak boleh, wahai Sa’ad.”</p>
<p>”Bagaimana jika sepertiganya ?”</p>
<p>Nabi SAW menarik nafas lalu tersenyum kepada Sa’ad. ”Sepertiga itu banyak dan cukup besar, sahabatku. Wahai Sa’ad, sesungguhnya, bila kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, hal itu lebih baik bagimu, daripada jika kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga harus meminta-minta pada sesama manusia.”nasehat beliau sambil memberi isyarat dengan kedua tangan.</p>
<p>”Sesungguhnya, wahai Sa’ad, apapun yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridla Allah pasti kamu diberi pahala. Sekalipun kamu hanya memberikan sekerat daging ke mulut istrimu.</p>
<p>Mendengar penjelasan junjungannya tersebut, Sa’ad-pun tersenyum tipis. Gelisah hati dan resah pikirannya berkurang, seiring bulir-bulir keringat yang mulai membasahi kening, pertanda demam hebatnya tengah berangsur pulih. Dalam keadaan demikian, sekali lagi Sa’ad menatap wajah Nabi SAW lekat-lekat.</p>
<p>”Wahai, Rasulullah junjungan kami, apakah saya ini akan segera berpisah dengan keluarga dan kawan-kawanku ?”<br />
”Belum, Sa’ad, belum waktunya.”jawab Nabi SAW.”Sesungguhnya belum dekat waktunya kamu berpisah dengan mereka. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan demi mencari ridla Allah, hingga bertambah juga derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu.”</p>
<p>Sa’ad bin Abi Waqqash menarik nafas panjang, lalu memanjatkan doa : ”Ya Allah, mudah-mudahan sahabatku dapat melanjutkan hijrahnya dan janganlah Engkau kembalikan mereka ke tempat yang mereka tinggalkan&#8230;”</p>
<p>**<br />
Setelah Nabi SAW wafat, kiprah Sa’ad bin Abi Waqqash dalam dinamika dakwah dan kemasyarakatan masih terus berlanjut. Khalifah pertama, Sayyidina Abu Bakar r.a. memberi kepercayaan kepada Sa’ad, untuk menjadi ’amil bagi daerah Hawazin. Pertimbangan Abu Bakar, tentu saja, karena akhlak dan keberanian Sa’ad bin Abi Waqqash, yang pernah dijamin oleh Nabi SAW dengan jaminan ibu-bapaknya. ”Tiada pernah saya mendengar Rasulullah SAW menyediakan ibu-bapaknya sebagai jaminan untuk seseorang, kecuali bagi Sa&#8217;ad.”ucap Sayyidina Ali bin Abu Thalib r.a. Menurut Ali, Rasulullah SAW pernah bersabda demikian dalam peperangan Uhud. ”Panahlah, wahai Sa&#8217;ad. Sungguh ibu-bapakku menjadi jaminan bagimu.”sabda Nabi SAW, yang menandai saat-saat bersejarah, terlepasnya anak panah pertama dalam perjuangan menegakkan dinul Islam di muka bumi.</p>
<p>Setelah Abu Bakar wafat, Sayyidina Umar bin Khattab r.a.-pun didaulat umat Islam untuk memegang tampuk kepemimpinan. Pada masa kekhalifahannya, kabar tentang orang-orang Persia yang ingin mengusir umat Islam dari negeri Iraq, sampai ke Madinah. Umar lantas menyerukan jihad dan mengumpulkan ribuan tentara serta rakyat yang sanggup berperang, di kota tujuan hijrah umat Islam kedua itu. Menyaksikan jumlah mujahid yang sedemikian banyak, dengan penuh semangat Umar menyatakan bahwa dirinya sendiri yang akan turun memimpin pasukan itu. Muncullah pro dan kontra, yaitu kalangan umat Islam yang setuju dan menolak keputusan Umar tersebut. Umat Islam lalu berunding dengan Umar, agar segera memilih seorang sahabat sebagai pemimpin ekspedisi. Setelah menimbang dan berpikir, Umar-pun lalu mengundang Sa’ad untuk menghadap kepadanya. Dikala Sa’ad kemudian memenuhi undangannya, maka Umar-pun tanpa ragu mengangkat Sa’ad bin Abi Waqqash r.a., sahabat yang ia juluki sendiri sebagai ”Singa Yang Kerap Menyembunyikan Kukunya” itu, untuk menjadi panglima pemimpin pasukan penaklukkan Iraq. Sebuah ekspedisi yang kemudian termasyhur keberhasilannya, dengan prestasi penyatuan seluruh dataran Babilonia dalam naungan kekhalifahan Islam. Sebuah prestasi yang sangat heroik dan gemilang, mengingat dalam saat-saat menentukan pada kejatuhan kekaisaran Persia itu, Sa’ad jatuh sakit sampai tak bisa berada di barisan terdepan, tak mampu melepaskan panah atau memancung leher musuh dari atas pelana kuda, sebagaimana beliau lakukan sepanjang kiprahnya dalam peperangan menegakkan kalimat Tauhiid.</p>
<p>Sa’ad bin Abi Waqqash-pun menjadi saksi peristiwa fitnah besar, pasca terbunuhnya khalifah ketiga, Sayyidina Utsman bin ‘Affan r.a. Dalam kekisruhan pemilihan khalifah keempat antara Sayyidina Ali bin Abu Thalib r.a. dengan pendiri dinasti Bani Umayyah, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Sa’ad yang telah berusia lanjut memilih untuk menepi dari berbagai fitnah yang sampai kepadanya. Ketika banyak orang, yang dipelopori oleh keponakannya, Hasyim bin ’Utbah bin Abi Waqqash, menyatakan dukungan agar Sa’ad berani ikut bersaing dalam perebutan kekuasaan, Sa’ad memilih untuk diam dan menyingkir. Sahabat yang dicintai oleh sahabat-sahabat utama Nabi SAW itu, yang terkenal besar baktinya pada orangtua dan besar baktinya dalam perjuangan menegakkan agama Allah itu, memilih untuk lebih banyak beribadah demi meningkatkan kualitas hubungannya dengan sang Rabb.</p>
<p>Sa’ad bin Abi Waqqash tinggal di ’Aqiq, dalam hari-hari terakhir menjelang wafatnya. Beliau menanti detik-detik kepergiannya ke hadirat Allah, dalam pangkuan salah seorang putranya.</p>
<p>”Kenapa engkau menangis, wahai anakku ?”ucap Sa’ad dalam sengal nafasnya, tatkala ia menyaksikan airmata berlelehan di pipi sang anak yang dikasihi.”Baginda Nabi SAW pernah menyampaikan kabar gembira, bahwasanya ayahmu ini adalah salah satu penduduk surga. Sungguh ayah percaya penuh dan mengimaninya. Lagipula, kepada siapa lagi kita hendak beriman, jika bukan kepada Allah dan Rasul-Nya&#8230;”</p>
<p>Airmata sang anak-pun makin deras mengalir, demi mendengar perkataan sang Abi, yang begitu dalam maknanya dan sungguh mengharukan hati.&#8221;Sebenarnyalah, Allah tiada akan menyiksa ayah, dan sesungguhnya ayahmu adalah termasuk penduduk surga&#8230;&#8221;berkata Sa’ad dengan lirih, demi menenangkan hati sang anak yang dirundung duka teramat dalam, waktu mendampinginya di saat-saat terakhir.</p>
<p>Dengan lemah, dalam puncak kepayahan sakratul maut, Sa’ad memberi isyarat kepada anaknya, untuk mengambil sesuatu dari dalam peti, tempat dimana Sa’ad biasa menyimpan benda-benda atau barang-barang pribadi. Sang anak tertegun, demi menyaksikan apa yang terdapat didalam peti itu hanyalah sehelai kain kusam, yang karena usianya juga tampak telah sedemikian lapuk.</p>
<p>”Wahai, orang-orang yang kucintai, sesungguhnya aku telah mengenakan kain ini, saat kuhadapi orang-orang musyrik dalam peperangan Badar. Kain ini telah kusimpan lama, lama sekali, demi saat-saat seperti hari ini.”Yang hadir ketika itu langsung memahfumi, bahwasanya Sa’ad ingin ia dikafani dengan kain kusam itu. Kain yang pernah ia selempangkan sebagai pakaian, saat ia bersama-sama pasukan Islam yang pertama, bersama dengan Rasulullah dan para sahabatnya yang setia, memerangi kaum musyrikin di medan perang Badar.</p>
<p>Sa’ad bin Abi Waqqash wafat dalam usia 80 tahun, pada tahun ke-54 Hijriyyah. Jasadnya kini berbaring tenang di pemakaman Baqi’, tempat jasad-jasad suci para pahlawan Badar disemayamkan.</p>
<p>&#8211;<br />
Firasat Nabi SAW atas sahabatnya, Sa’ad bin Abi Waqqash, yang pernah ia puji sebagai salah seorang ahli surga itu, ternyata bukanlah sekadar ramalan belaka. Bila pada saat pertemuan mereka dalam haji wada’ Sa’ad baru dikaruniai seorang anak perempuan, maka dalam tahun-tahun berikutnya Allah mengaruniakan beberapa orang anak laki-laki kepada Sa’ad. Umurnya yang panjang itu diisi dengan berbagai amal shalih dan upaya menegakkan dinullah, bahkan dalam saat-saat dimana lelah dan sakit yang parah menyergap tubuhnya. Beliaupun dikaruniai panjang usia, sebagai sahabat yang paling terakhir wafat, diantara para sahabat-sahabat Nabi SAW yang dijamin masuk surga. Sa’ad bin Abi Waqqash adalah kaum muhajirin terakhir, yang dipanggil menghadap ke hadirat Allah ’azza wa jalla, membawa segala amal perbuatannya yang akan senantiasa tercatat dengan tinta emas, dalam setiap kitab sejarah perjuangan Islam.</p>
<p>Membaca kisah dari hadits tersebut, nyatalah bahwa Nabi SAW mempunyai firasat yang tajam. Keistimewaan dalam diri Nabi SAW itu merupakan anugerah dari Allah SWT. Ada dua jenis keistimewaan yang Allah berikan kepada beliau, yaitu : irhas dan mukjizat. Allah menganugerahkan Irhas, yaitu ciri-ciri yang Allah dzahirkan kepada beliau ketika kecil, sebagai tanda atau bukti ia akan diangkat oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul tatkala dewasa. Mengenai Irhas Nabi SAW ini, dalam beberapa riwayat yang masyhur lagi shahih, dituturkan bagaimana ladang-ladang Halimatus Sa’diyah, ibu susuan beliau, menjadi subur dan hijau pada musim kemarau. Hal itu terjadi tatkala ia tengah menyusui Nabi SAW sewaktu bayi. Irhas lainnya bagi Baginda Nabi dikemukakan dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik r.a., yaitu : Rasulullah s.a.w telah didatangi oleh Jibril a.s ketika baginda sedang bermain dengan kanak-kanak. Lalu Jibril a.s memegang dan merebahkan baginda, kemudian Jibril a.s membelah dada serta mengeluarkan hati baginda. Dari hati tersebut dikeluarkan segumpal darah, lalu Jibril a.s berkata: Ini adalah bahagian syaitan yang terdapat dalam dirimu. Setelah itu Jibril membasuh hati tersebut dengan menggunakan air Zamzam di dalam sebuah bekas yang diperbuat dari emas, kemudian meletakkanya kembali ke dalam dada baginda serta menjahitnya sebagaimana asal. Dua orang kanak-kanak segera menemui ibunya iaitu ibu susuan Rasulullah s.a.w dan mereka berkata: Muhammad telah dibunuh. Seterusnya mereka mengusung baginda, ketika itu rupa baginda telah berubah. Anas berkata: Aku benar-benar pernah melihat kesan jahitan tersebut di dada baginda (H.R.Bukhari-Muslim). Adapun mengenai firasat tajam Nabi SAW terhadap diri Sa’ad bin Abi Waqqash, maka jenis keistimewaan tersebut dikenal dengan nama : mukjizat. Yaitu, perkara luar biasa yang Allah tampakkan pada diri Nabi SAW, sebagai pendukung bagi penyampaian risalah ketuhanan bagi beliau dan untuk disebarkan kepada seluruh umatnya.</p>
<p>Selain firasat tajam, apa yang diucapkan Nabi SAW pada hakikatnya juga merupakan sebuah doa bagi Sa’ad bin Abi Waqqash. Apalagi, dalam berucap saja beliau telah dijamin oleh Allah melalui firman-Nya : ”Dan tiadalah yang dia (Muhammad) ucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diturunkan.” (Q.S. An-Najm: 3-4). Tentu kaum muslimin sudah sangat memafhumi, jikalau Nabi SAW berdoa atau mengucapkan sesuatu hajat, insya Allah menjadi makbul dan apa yang diharapkannyapun kerap menjadi kenyataan. Ucapan ”Sesungguhnya belum dekat waktunya kamu berpisah dengan mereka. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan demi mencari ridla Allah, hingga bertambah juga derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu.”, yang diucapkan oleh Nabi SAW kepada Sa’ad, tidak saja menandakan ketajaman firasat beliau, namun sekaligus merupakan bentuk hiburan dan doa, bagi sang sahabat agar dapat segera tenang dan tenteram dalam sakitnya. Wallahu a’lam bish shawab.</p>
<p>Disamping membuktikan keistimewaan Nabi SAW, hikmah lainnya dari hadits tersebut adalah, betapa terpujinya mereka yang meninggalkan ahli waris-nya dalam keadaan cukup, dalam keadaan berada. Dengan demikian, sang ahli waris tidak menjadi beban bagi orang lain. Alangkah lebih terpujinya lagi, jikalau yang wafat telah menyiapkan ahli waris-ahli warisnya, untuk menjadi ahli ikhtiar dan ahli sedekah. Maka dengan bermodalkan harta peninggalan yang diwarisinya, generasi penerus tersebut bisa mengoptimalkan manfaat dari harta tersebut, demi kemaslahatan keluarga dan kemaslahatan umat. Sungguh warisan ilmu ikhtiar dan ilmu berbagi dari yang mewariskan lebih utama, ketimbang harta yang ia tinggalkan buat para pewarisnya. Insya Allah.<br />
**</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/529/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/529/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/529/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=529&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2009/03/13/kiprah-sa%e2%80%99ad-bin-abi-waqqash-dan-firasat-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Upin dan Ipin (2)</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/12/09/upin-dan-ipin-2/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/12/09/upin-dan-ipin-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 07:09:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging Friends]]></category>
		<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Hobbies]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[upin dan ipin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Dapat link dari seorang ibu guru yang cantik, sang juara di seluruh dunia.
Episode 11, Setahun Kemudian Lailatul Qadr
Episode 12, Setahun Kemudian Kisah dan Tauladan
Episode 13, Setahun Kemudian Sayang kak Ross
Episode 14, Setahun Kemudian Ketupat
Episode 15, Setahun Kemudian Zakat Fithrah
Episode 16, Setahun Kemudian Malam Syahdu 
Episode 17, Setahun Kemudian Pagi Raya 
Episode 18, Setahun Kemudian Berkat
terima [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=466&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dapat link dari seorang <a title="Alifia" href="http://alifia82.wordpress.com/" target="_blank">ibu guru yang cantik, sang juara di seluruh dunia</a>.</p>
<p><a title="Episode 11" href="http://www.youtube.com/watch?v=UCjv3GbmC7w" target="_blank">Episode 11, Setahun Kemudian Lailatul Qadr</a><br />
<a title="Episode 12" href="http://www.youtube.com/watch?v=C-oUc6wdkIM" target="_blank">Episode 12, Setahun Kemudian Kisah dan Tauladan</a><br />
<a title="Episode 13" href="http://www.youtube.com/watch?v=pCfpnTCdAq4" target="_blank">Episode 13, Setahun Kemudian Sayang kak Ross</a><br />
<a title="Episode 14" href="http://www.youtube.com/watch?v=M8vQCXjYWg8" target="_blank">Episode 14, Setahun Kemudian Ketupat</a><br />
<a title="Episode 15" href="http://www.youtube.com/watch?v=98A1VNQfWSk" target="_blank">Episode 15, Setahun Kemudian Zakat Fithrah</a><br />
<a title="Episode 16" href="http://www.youtube.com/watch?v=fntpr6uCww8" target="_blank">Episode 16, Setahun Kemudian Malam Syahdu </a><br />
<a title="Episode 17" href="http://www.youtube.com/watch?v=syXcaOUUYAg" target="_blank">Episode 17, Setahun Kemudian Pagi Raya </a><br />
<a title="Episode 18" href="http://www.youtube.com/watch?v=M7I-brFKTXg" target="_blank">Episode 18, Setahun Kemudian Berkat</a></p>
<p>terima kasih ibu,&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=466&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/12/09/upin-dan-ipin-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>renungan malam ini</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/11/11/renungan-malam-ini/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/11/11/renungan-malam-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 13:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[dosa itu pasti terhitung,
sementara pahala masih harus menanti proses keridhoanNya untuk dihitung sebagai pahala
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=445&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em>dosa itu pasti terhitung,<br />
sementara pahala masih harus menanti proses keridhoanNya untuk dihitung sebagai pahala</em></p></blockquote>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=445&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/11/11/renungan-malam-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mandikan aku, bunda &#8230;</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/10/30/mandikan-aku-bunda/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/10/30/mandikan-aku-bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 09:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Romance and Relationships]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[mandikan aku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;
Saya hanya ingin bertutur tentang seorang sahabat, sebut saja Rani. Semasa kuliah dia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsepnya jelas: meraih yang terbaik, dalam bidang akademik maupun karier yang akan digelutinya nanti. Ketika universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum Internasional di Utrecht Universiteit, negerinya bunga tulip, beruntung Rani [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=435&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8230;</p>
<p>Saya hanya ingin bertutur tentang seorang sahabat, sebut saja Rani. Semasa kuliah dia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsepnya jelas: meraih yang terbaik, dalam bidang akademik maupun karier yang akan digelutinya nanti. Ketika universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum Internasional di Utrecht Universiteit, negerinya bunga tulip, beruntung Rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan. Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang &#8217;setara&#8217; dengan dirinya, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai staff diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hiajiyah &#8220;alif&#8221; dan huruf terakhir &#8220;ya&#8221;, jadilah nama yang enak didengar. Tentunya filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula.</p>
<p>Ketika Alif, panggilan puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin tinggi. Saya pernah bertanya,&#8221;Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal?&#8221; Dengan sigap Rani menjawab &#8220;Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Everything is ok.&#8221; Dan itu benar-benar dia buktikan. Perhatian dan perawatan anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian. Kakek dan neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayangnya itu tentang bapak ibunya. &#8220;Contohlah ayah bunda Alif, kalu Alif besar nanti&#8221;. Begitulah selalu nenek Alif, ibu Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya.</p>
<p>Tidak salah memang. siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya. Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalu Alif minta adik. Waktu itu, ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini &#8220;dapat memahami&#8221; orang tuanya. Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Kisah Rani, Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya malaikat kecil. sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orang tuanya sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. diam-diam hati kecil saya menginginkan anak seperti Alif.</p>
<p>Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitternya. &#8220;Alif ingin bunda mandikan.&#8221;ujarnya. Karuan saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi gusar. tak urung suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante Mien, baby sitternya. Peristiwa itu berulang sampai hampir sepekan,&#8221;Bunda mandikan Alif&#8221; begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berfikir, mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian.</p>
<p>Suatu sore saya dikejutkan telfon Mien, sang baby sitter. &#8220;Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di emergency&#8221;. Setengah terbang saya pun ngebut ke UGD. But it was late. Allah sudah punya rencana lain. Alif si malaikat kecil keburu dipanggil pemiliknya. Rani, bunda tercinta,yang ketika diberitahu sedang meresmikan kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan anaknya. Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. &#8220;Ini bunda, Lif. Bunda mandikan Alif.&#8221; ucapnya lirih, namun teramat pedih.</p>
<p>Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Berkali-kali Rani berkata,&#8221;Ini sudah takdir, iya kan? Aku disebelahnya ataupun diseberang lautan, kalau sudah saatnya, dia pergi juga kan?&#8221; Saya diam saja mendengarkan. &#8220;Ini konsekuensi dari sebuah pilihan,&#8221;lanjutnya lagi, tetap tegar dan kuat. Hening sejenak, Angin senja berbaur aroma kamboja. tiba-tiba Rani tertunduk. &#8220;Aku ibunya!&#8221; serunya kemudian, &#8220;Bangunlah Lif. Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan bunda sekali lagi saja, Lif.&#8221; rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-ngais tanah merah.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>henyak, dan tertegun, sempat bingung,&#8230; jangan jadikan anak kita yatim piatu, padahal ayah ibunya masih hidup. (padahal belum pernah punya anak)</p>
<p>sumber. dari sebuah mailing list</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/435/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/435/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/435/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=435&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/10/30/mandikan-aku-bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dosa,&#8230;</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/10/24/dosa/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/10/24/dosa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 07:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Kisah sufi begitu cemerlang, banyak kisah indah yang dituturkan dalam bahasa yang santun, sederhana, namun tidak jarang menohok pendengar atau pembacanya. Berikut adalah salah satu kisah yang begitu dalam untuk saya, antara seorang guru dengan murid-muridnya.
Murid 1 : Ayahanda Guru, manakah yang lebih utama di hadapan Allah SWT, mereka yang melakukan dosa kecil atau mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=431&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kisah sufi begitu cemerlang, banyak kisah indah yang dituturkan dalam bahasa yang santun, sederhana, namun tidak jarang menohok pendengar atau pembacanya. Berikut adalah salah satu kisah yang begitu dalam untuk saya, antara seorang guru dengan murid-muridnya.</p>
<p>Murid 1 : Ayahanda Guru, manakah yang lebih utama di hadapan Allah SWT, mereka yang melakukan dosa kecil atau mereka yang melakukan dosa besar?<br />
Guru : Sesungguhnya yang lebih utama adalah mereka yang melakukan dosa kecil, karena terhindar dari dosa yang lebih besar.</p>
<p>Murid 2 : Ayahanda Guru, manakah yang lebih utama di hadapan Allah SWT, mereka yang melakukan dosa kecil atau mereka yang melakukan dosa besar?<br />
Guru : Sesungguhnya yang lebih utama adalah mereka yang tidak melakukan dosa, karena terhindar dari dosa yang kecil maupun dosa yang lebih besar.</p>
<p>Murid 3 : Ayahanda Guru, manakah yang lebih utama di hadapan Allah SWT, mereka yang melakukan dosa kecil atau mereka yang melakukan dosa besar?<br />
Guru : Sesungguhnya yang lebih utama adalah mereka yang melakukan dosa besar, karena besarnya rindu mereka untuk mendapatkan Ampunan Allah SWT, besarnya keinginan mereka untuk kembali ke jalan Allah, besarnya niat, tekad, dan taubat mereka di hadapan Allah SWT, dan besar pula kerinduan Allah SWT terhadap mereka.</p>
<p>Ternyata, satu pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan 3 jawaban yang berbeda-beda. tiada pembedaan hamba oleh Allah SWT selama mereka mengharapkan ridho, ampunan, dari-Nya. Dosa kecil, dosa besar, siapapun pendosanya, dan apapun dosanya selain Syirik, senantiasa akan mendapatkan ampunan dariNya. Laa haula wa laa Quwwata Illaa Billaahi.</p>
<p>Didapatkan dari sebuah Kultum pada acara silaturahmi SharingVision.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=431&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/10/24/dosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lebaran, nothing special just a lil bit cry</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/10/01/lebaran-nothing-special-just-a-lil-bit-cry/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/10/01/lebaran-nothing-special-just-a-lil-bit-cry/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 15:54:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sia-sia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[di akhir penghujung ramadhan ini, lebaran kembali datang menyapa. riuh sukacita orang mengagungkan takbir, merayakan hari kemenangan, hari kemenangan yang terasa semu olehku.
ramadhan ini rasanya tidak seindah ramadhan yang telah lalu buatku. walau puasaku penuh secara lahir, namun terasa hampa secara bathin. keyakinan akan kekuatan berpuasa tidak terserap secara maksimal. apa boleh dikata itu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=425&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>di akhir penghujung ramadhan ini, lebaran kembali datang menyapa. riuh sukacita orang mengagungkan takbir, merayakan hari kemenangan, hari kemenangan yang terasa semu olehku.</p>
<p>ramadhan ini rasanya tidak seindah ramadhan yang telah lalu buatku. walau puasaku penuh secara lahir, namun terasa hampa secara bathin. keyakinan akan kekuatan berpuasa tidak terserap secara maksimal. apa boleh dikata itu yang terasa.</p>
<p>ramadhan kali ini juga memberikan pelajaran berat buatku. ada kisah terbunuhnya banyak orang atas pembagian zakat yang tidak dilakukan secara sistematis dan prosedural, orang kota bilang professional. ada kisah meninggalnya mereka yang kecelakaan di jalur mudik, sebuah perjalanan suka cita bertemu dengan sanak keluarga.</p>
<p>lebaran kali ini, hampa rasanya. tidak ada baju baru, tidak ada celana baru, tidak ada sarung baru, dan lain sebagainya. sebenarnya, ada juga baju baru, celana baru, namun sudah pernah saya pakai. sengaja, agar barunya hati ini tidak diukur dari barunya busana yang dikenakan. saat baru bisa tahun ini, sementara rekan-rekan yang lain sudah menyadari ini semenjak mereka masih kecil.</p>
<p>lebaran kali ini, nothing special. hanya runtuan kebiasaan saja yang mengalir bagaikan air. takbir malam itu terasa cengang, lenglang, terasa hambar tanpa makna. mungkin iman saya berada dalam posisi jongkok kali ini. dosa yang bertaburan dan berhamburan laksana air hujan yang tertumpah ruah dari atas langit menutupi mata hati ini untuk mengakui keagunganMu ya Rabb.</p>
<p>hanya sayup dendang manis, lagu rohani yang kemudian mampu memecah keheningan panjang yang dirasakan. hampa, merasa benar adanya, merasa yakin adanya, merasa Tuhan tidak adil, merasa kasih Tuhan hanya ada untuk mereka yang suci dan bersih. ampunkan diriku, ya Allah.</p>
<p>hanya ketika bulan ramadhan itu berlalu, hati merasa begitu kehilangan, sangat. kesempatan itu telah aku lewatkan tanpa aku tahu bahwa apakah masih ada kesempatan di masa yang akan datang, bercengkerama bersama ramadhan, memadu kasih dan kisah yang hanya aku dan Dia saja yang tahu. hanya mampu menahan tetesan air mata yang mengalir, membuat alir sungai kecil di balik temaram lampu yang menyinari antara aku dan sajadah bututku,&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=425&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/10/01/lebaran-nothing-special-just-a-lil-bit-cry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>insiden pasuruan</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/09/16/insiden-pasuruan/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/09/16/insiden-pasuruan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 16:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[insiden pasuruan]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Innalillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un
maksud hati mengharap zakat untuk mendapatkan sesuap nasi penyambung hidup, yang didapat adalah berita duka karena harus kehilangan &#8230; nyawa.
sebuah PR besar bagi pemimpin di negeri ini, saatnya membuka mata bahwa begitu banyak rakyat yang harus kau pimpin berada dalam kekurangan, kemiskinan, dan kelaparan.
semoga saja mereka masih memiliki iman.
   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=406&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Innalillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un</p>
<p>maksud hati mengharap zakat untuk mendapatkan sesuap nasi penyambung hidup, yang didapat adalah berita duka karena harus kehilangan &#8230; nyawa.</p>
<p>sebuah PR besar bagi pemimpin di negeri ini, saatnya membuka mata bahwa begitu banyak rakyat yang harus kau pimpin berada dalam kekurangan, kemiskinan, dan kelaparan.</p>
<p>semoga saja mereka masih memiliki iman.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/roisz.wordpress.com/406/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/roisz.wordpress.com/406/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=406&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/09/16/insiden-pasuruan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Ramadhan</title>
		<link>http://roisz.wordpress.com/2008/08/25/selamat-datang-ramadhan-2/</link>
		<comments>http://roisz.wordpress.com/2008/08/25/selamat-datang-ramadhan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 07:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>roisz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily]]></category>
		<category><![CDATA[My Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion and Philosophy]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roisz.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[jelang satu minggu sebelum Ia datang, perkenankan saya memohon maaf atas banyak hal, banyak salah, banyak hilap, dan segalanya.
jika diperkenankan, saya memohonkan do&#8217;a restunya agar dapat menghadapi Ramadhan ini dengan lebih baik.
terima kasih.
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=396&subd=roisz&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>jelang satu minggu sebelum Ia datang, perkenankan saya memohon maaf atas banyak hal, banyak salah, banyak hilap, dan segalanya.</p>
<p>jika diperkenankan, saya memohonkan do&#8217;a restunya agar dapat menghadapi Ramadhan ini dengan lebih baik.</p>
<p>terima kasih.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/roisz.wordpress.com/396/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/roisz.wordpress.com/396/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roisz.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roisz.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roisz.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roisz.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roisz.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roisz.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roisz.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roisz.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roisz.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roisz.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roisz.wordpress.com&blog=278727&post=396&subd=roisz&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roisz.wordpress.com/2008/08/25/selamat-datang-ramadhan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/85cdf003badc58dd735b9415b03e6f34?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">roisz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>