Puasa Sejak Dini

Bagi muslim, puasa memiliki dua hukum, wajib dan sunat. Puasa wajib jatuh di bulan ramadhan, sedangkan puasa sunat dilaksanakan di waktu-waktu tertentu.
Mengajarkan puasa bukan hal yang mudah, karena menahan lapar sejak pagi hingga sore bagi yang belum terbiasa akan terasa menyiksa. Oleh karena itu, tahun ini saya mulai mengajarkan mengajak anak saya untuk turut berpuasa.
Belum ada metode yang pas untuknya, selain kesabaran. Tapi sebagai pemacu semangatnya, saya memberikan hadiah stiker di kalender dan bonus uang kadeudeuh sebesar rp. 5000 untuk puasanya per hari (jika sampai maghrib).

Target yang saya pasang sebenarnya hanya 2 minggu saja, jika lebih itu akan saya anggap sebagai  bonus saja. Eh, tak disangka. Ia bisa menamatkan puasa selama sebulan penuh, sebagai orang tua, tentu sangatlah bangga.

Fifa Online3

Game besutan Garena ini menjadi salah satu game yang sedang saya mainkan. Game yang menyenangkan dan dimainkan pada waktu senggang.

fifa20onlone20320poster

Menyenangkan karena selain bermain sebagaimana game sepakbola lainnya, game ini juga memiliki modul game management klub. seru.

 

mudik bersama smartfren

Sebenarnya kurang tepat juga jika perjalanan pulang ke kampung halaman istri disebut dengan istilah mudik, karena memang setiap sebulan sekali kami pulang ke Ciamis. Namun mungkin karena waktunya bersamaan dengan orang-orang pulang ke kampung halaman, yang dikenal dengan istilah Mudik, maka bisa dikatakan kalau kami juga ikutan mudik.

Waktu keberangkatan saya atur sedemikian rupa agar tidak terjebak kemacetan yang memang sudah bisa dipastikan terjadi dan exist di jalur selatan pulau Jawa. Waktu yang dipilih untuk pergi ke Ciamis adalah satu hari sebelum libur bersama, yaitu hari jumat, seminggu sebelum lebaran. Berangkat dari Bandung pergi jam 07.30 dan bisa sampai di Ciamis sekitar jam 12.00 dengan beberapa kali istirahat dengan kondisi nyetir relatif santai. Tidak ada kepadatan yang berarti, hanya di sekitar Limbangan saja kepadatan yang disebabkan oleh pasar.

smartfren1

Duet Modem Haier 4G LTE dan HiSense Andromax R2

Menariknya, baru mudik kali ini saya iseng memantau perjalanan melalui gawai, dua gawai yang saya gunakan adalah Haier Modem dan Smartphone besutan HiSense. Provider yang saya gunakan adalah Smartfren. Aplikasi yang saya gunakan diantaranya adalah Twitter, Waze, dan Traffic dari Google Maps. Aplikasi ini memang saya gunakan bukan untuk mencari jalan alternatif, tetapi untuk bisa memantau apa yang ada di depan dan di belakang saya, sehingga proses pengelolaan waktu bisa lebih tepat, baik untuk istirahat walaupun untuk terus melaju. Tak ketinggalan aplikasi-aplikasi itu juga saya gunakan untuk mencari Pom Bensin ataupun area wisata, karena saya suka lupa dan tidak hapal persisnya dimana saja. Untung saja, sinyal selalu tersedia sehingga tidak kesulitan mengakses aplikasi ataupun website. Bahkan karena menggunakan mifi, para penumpang bisa mengakses Internet untuk mengatasi kejenuhan, terutama anak-anak, karena mereka bisa mengakses Youtube untuk menonton film yang mereka sukai. Khususnya Boiboiboy, tanpa buffering. hehehe.

smartfren2

Sementara perjalanan pulang ke Bandung, saya memilih H+8 karena memang itu adalah waktu yang terbaik sebelum beraktivitas kembali di Bandung. Perjalanan pulang memang sedikit lebih lama, karena kepadatan sudah terjadi dimana-mana. Menariknya, kepadatan terjadi di dua arah, baik menuju timur (Tasik, Garut, dsb) maupun menuju barat (Bandung, Jakarta). Kepadatan terjadi terutama di Tanjakan Gentong dan Pasar Tradisional Limbangan. Tanjakan Gentong mengalami penyempitan, dari 3 lajur menjadi 1 lajur saja, karena 2 lajur lainnya dipakai parkir oleh kendaraan yang mogok, ataupun para pemudik yang sudah kelelahan. Sementara kepadatan di Limbangan diakibatkan oleh aktivitas ekonomi pasar dan meningkatnya populasi kendaraan yang tidak mampu ditampung oleh Jalan. Overall, infrastruktur jalan lebih baik, tidak banyak jalan berlubang ataupun genangan-genangan yang nggak perlu. Pihak keamanan pun lebih sigap, beberapa kali saya melihat dengan mata dan kepala sendiri Pak Polisi membantu mendorong kendaraan yang mogok, atau kendaraan yang bermasalah di Jalan, bahkan menjadi tukang ganjel agar kendaraan tidak mundur lagi di tanjakan. Pihak DLLAJ, Dishub juga turut aktif berperan, sehingga perjalanan relatif lebih lancar tanpa hambatan yang berarti. Sementara untuk urusan macet, kita kembalikan pada diri kita masing-masing yang menjadi aktor baik subjek maupun objek dari kemacetan itu sendiri. Hanya saja, yang masih saya temui adalah para pengendara yang bandel dan melanggar aturan lalu lintas, dan bikin kesel pengendara yang lain.

Bersyukur saya pakai smartfren, karena sinyalnya tersedia hampir di sepanjang perjalanan. Sinyal kuat, akses kencang, Internet super cepat tanpa putus-putus menjadi salah satu kelebihan, sehingga membantu baik bagi pengemudi (mengakses situasi dan kondisi traffic), maupun penumpang dalam mendapatkan hiburan.

#smartfren #smartfrenworld #ceritamudik #ceritaasikmudik #lebaran1437H #jalurselatan #Haier #MifiAndromax #AndromaxM2Y #HiSense #HiSenseGlobal #HiSenseAndromaxR2 #smartfrencare #4GLTE #4GinAja

satu lusin

dalam perjalanannya, satu lusin sudah jika hendak menghitung usia perjalanan bersama mengarungi lautan karir dalam hidup.

pilihan hidup yang dulu kuanggap sangat benar, namun ternyata begitu banyak cobaan dan ujian yang mendera.

ada manis, ada pahit, asam dan asin pun hadir di tengah-tengah perjalanan ini, walau belakangan, rasa pahit dan asam begitu kental.

apapun itu, perjalanan ini harus terus berlanjut, penuh disyukuri dengan senantiasa menanti hikmah indah yang mungkin masih bersembunyi sebagai bagian dari sesuatu yang pasti bernilai baik dan positif.

kita tak pernah tahu, akhir dari semua skenario yang tengah kita jalani.

menghargai itu perlu

kadang, bukan kadang tapi kerap kali kita hanya melihat hasil tanpa melihat proses apa yang sesungguhnya terjadi.

menghargai hasil karya orang lain itu sangat diperlukan, selain sebagai sebuah bentuk pengakuan, juga sebagai sebuah penghargaan atas kinerja yang telah dilakukan. tak perduli besar atau kecilnya peran.

dalam kehidupan nyata, kita seringkali mengecilkan peran orang lain dalam hidup kita. kemudian, kita kelimpungan karena dia yang selalu mengerjakan hal kecil itu tiada. bukan saja karena kita tidak terbiasa mengerjakan hal kecil itu, tetapi juga karena kita tidak mampu, walaupun sesungguhnya itu hanyalah hal kecil.

benar adanya frase yang mengatakan bahwa kita baru menyadari keberadaan seseorang saat ia sudah tiada 

dan lebih menyesakkan ketika kita menyadari bahwa kepergian dia karena kesalahan kita yang tak tahu, atau menutup mata atas keberadaan dan peran dia.

management kuota bandwidth pada perangkat smartphone

 

kuota bandwidth sering menjadi masalah polemik dan dilematis di tingkat individu. kekurangan kuota, kuota masih banyak tapi waktu sudah tidak cukup, atau kuota yang terlalu banyak namun bingung mau dipakai apa.

banyak yang punya prinsip, kuota itu harus habis, dipake download apapun, pokoknya kuota harus habis. kalau memang kuotanya tidak habis-habis, lalu kenapa beli paket yang kuotanya besar, kan sayang itu mubazir. atau dipakai untuk download sesuatu yang tidak dibutuhkan atau dipaksakan dibutuhkan (download film, lagu, dsb), yang pada akhirnya hanya menjadi sampah saja (karena dipaksakan, sehingga mencari-cari alasan).

ada juga aliran abuse, yang memaksakan mendownload segala rupa dari produk-produk promo. segala macam didownloadin sampe puas.

ada juga aliran “yang penting kuota ada, akses internet ada”. saya suka aliran ini, simple dan cukup bijak😀

lalu bagaimana melakukan manajemen kuota pada perangkat smartphone.

a. baselining. ukur kebutuhan dasar kita menggunakan Internet pada perangkat smartphone. untuk social media kah? untuk pekerjaan kah -cek email, download file-? untuk kebutuhan entertainment -streaming- kah? untuk tethering kah? atau sekedar untuk menggunakan instant messaging? jika kita bisa rata-ratakan, atau bahkan bisa sampai menemukan basic usage, itu akan jadi sangat lebih baik.

b. benchmarking. lihat penggunaan masing-masing aplikasi pada perangkat smartphone kita. apakah ada aplikasi yang boros kuota, bandingkan dengan aplikasi lain yang sejenis, pilih aplikasi yang bisa menghemat penggunaan bandwidth.

c. matikan background process. kalau ada opsi ini, aktifkan. agar penggunaan Internet hanya terjadi saat kita aktif menggunakan perangkat.

d. pilih paket bijak. pilih paket internet yang sesuai dengan kebutuhan kita. kalau kita pakainya siang saja, maka jangan beli paket yang menawarkan promo Internet dengan kuota “sangat berlimpah” di malam hari, karena sayang nggak kepakai. jangan tergiur ukuran kuota jika malah sia-sia (tidak terpakai). ada harga pasti ada kualitas, jangan mudah tergiur dengan tawaran promo tanpa ada jaminan yang jelas.

e. bijak pakai koneksi Internet, biar kuota selalu ada saat kita butuh.

karena seringkali kita selalu berasumsi, “udah saya beli, sayang kalau nggak dipakai/dihabiskan”

Mahatma Gandhi dan sekantung uang

Alkisah dahulu, ketika Mahatma Gandhi (1869-1948) sedang belajar Ilmu Hukum di University of College, London, Inggris, ada seorang profesor Bahasa Inggris bernama Peters, yang kurang menyukai Gandhi.
Suatu hari, ketika Prof. Peters sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi muda datang dan duduk di sampingnya sambil membawa makan siangnya. Prof. Peters lantas berkata, “Gandhi, apakah Anda tidak mengerti bahwa seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?”

Gandhi bagai orang tua yang menatap anak nakal, menjawab dengan tenang, “Jangan khawatir, Prof. Saya akan segera ‘terbang’.” Gandhi pun segera pergi untuk makan di meja lainnya. Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan. Ia memutuskan untuk balas dendam di kesempatan berikut.

Esoknya, di dalam kelas, Prof. Peters dengan sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi, “Gandhi, andai kamu sedang berjalan, lalu tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang serta 1 tas penuh dengan kebijaksanaan… mana yang kamu ambil?”

Tanpa ragu Gandhi menjawab, “Yaaa, uang.”

Prof. Peters sambil tersenyum sinis berkata, “Jika itu aku… maka aku akan mengambil kebijaksanaan.”
Gandhi menjawab, “Seseorang akan mengambil apa yang tidak dia punya.”

Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa-apa. Pada kesempatan berikut, dengan penuh kemarahan, dia menulis kata “idiot” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikannya ke Gandhi. Gandhi mengambil, duduk sambil berusaha keras tetap tenang.

Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang profesor seraya berkata dengan sangat sopan, “Prof. Peters, Anda hanya menanda tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai…”

PESAN MORAL Cerita Ini:
Lakukanlah apa yang Anda ingin orang lain lakukan pada Anda. Bersikaplah tenang dan bijak apabila ada orang yang membenci Anda. Sebab semakin dia membenci, semakin banyak kebodohan yang akan dibuatnya.
Di dalam dunia yang kompetitif ini, ingatlah untuk tetap rendah hati sehingga kejadian berikut ini bisa terjadi:

 “First they ignore you, 

then they laugh at you,

 then they fight you,

 then you win.”

(Mahatma Gandhi).