2019 dalam angka

Masih berkutat dengan bagaimana agar supaya tidak besar pasak daripada tiang.

Bagaimana dengan mencari bisnis sampingan yang suatu saat bisa menjadi bisnis utama. Harus berpikir keras, bagaimana agar ide-ide segar bermunculan di kepala dan dapat diaktualisasikan segera,

Advertisements

OVO – GOPAY – tCash – lainnya

Begitu marak fasilitas yang menyediakan dompet elektronik, selain tentunya uang elektronik (e-money). Menariknya, saya ikutan juga pakai beberapa layanan aplikasi ini, yang paling sering saya pakai adalah Ovo dan GoPay. Ya, saya pakai keduanya untuk melakukan pembayaran ketika menggunakan layanan jasa ojek online. Kadang ribet saat kita nggak punya uang cash untuk bayar, atau untuk menyingkat waktu mikirin kembalian dan segala macamnya.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan sebenarnya ketika kita menggunakan aplikasi dompet elektronik ini. Beberapa kelebihannya diantaranya adalah kepraktisan dalam melakukan pembayaran, kita tidak perlu mencari uang pas atau dipusingkan dengan kembalian yang ujung-ujungnya direlakan. Selain, itu, banyaknya promo atau diskon yang menggiurkan dari para penyedia menjadi sebuah daya tarik tersendiri.

Di sisi lain, terdapat kelemahan yang cukup signifikan pada aplikasi ini. Salah satu hal yang cukup fatal adalah keharusan ketersediaan akses Internet, walaupun sudah terdapat beberapa aplikasi yang menjadikan QR yang menjadi solusinya. Salah satu hal lain yang menjadi kelemahan dan tidak banyak disadari orang adalah dengan segala kemudahannya orang-orang cenderung boros.

Jadi, anda mau pilih yang mana?

 

Benarkah liga settingan?

Acara mata najwa dengan judul “PSSI Bisa Apa?” Membuat saya kaget, sedih, bahkan cenderung kecewa teramat sangat.

Match Fixing, Mafia, bahkan urusan sama perjudian membuat hati ini terluka, tapi menjadi lega, karena ternyata ada kemungkinan kalau Persib jadi korban.

Persib terlalu kaya untuk dibeli para pelaku match fixing, ah semoga saja dugaan ini benar.

Kitab Al Hikam

Malam ini, selepas rehat beristirahat dari pekerjaan saya memberanikan membaca kitab ini, Al Hikam yang ditulis oleh Ibnu Athaillah As Sakandari. Kitab ini menjadi rujukan banyak orang, ustadz-ustadz, para mubaligh, guru, dosen, dan banyak lagi.

Sebuah kitab yang bahasannya cukup lebar, sederhana, namun dalam dan sarat makna. Diksinya cukup rumit bagi saya yang baru kali ini baca buku seperti ini.

Disampaikan di awal buku, bahwa sebelum membaca kitab ini, sebaiknya kita membaca 2 kitab pengantarnya, agar terasa lebih mudah memahaminya. Tapi sayangnya, saya ga punya kitab tersebut.

Hari ini, hanya mampu baca 4 saja, itupun kesulitan sekali saya bacanya. Semoga dikuatkan, seiring dengan dijaganya niat untuk baca kitab ini lebih baik. Allah yang menakdirkan saya memiliki buku ini, maka Allah pula yang akan memberikan kunci pemahamannya. InsyaAllah.

Ditagih Utang sama Penyedia Layanan Pinjaman Online

Tiba-tiba hp berbunyi, ada pesan singkat via WA nomornya tidak dikenal. Ketika dibaca, ternyata dari yang mengatasnamakan <sensor>, perusahaan pemberi kredit berbasis online. Ternyata yang punya utang teman SMA yang sudah lama sekali tidak bertemu. Saya sampaikan bahwa saya sudah lama tidak ketemu.

Menariknya, dia tahu nama saya, dan pesan tersebut semacam perintah, yang kurang lebih begini bunyinya:

“tolong bilang sama orang di foto ini untuk melunasi tagihannya”

Pesan tersebut lengkap dengan foto teman SMA saya dalam posisi tidak bagus, kecurigaan saya adalah aplikasi mengambil izin atas kamera, kemudian melakukan pengambilan gambar secara diam-diam. Terlihat bahwa teman saya difoto dalam kondisi tidak siap.

Berbekal rasa malu, saya kontak teman yang dimaksud, kagetnya saya adalah ketidakkagetan dia ketika saya sampaikan ada yang nagih hutang.

“hutangnya sudah saya lunasi, nampaknya semua kontak di hape saya dihubungi, sampai atasan, kolega, teman-teman kuliah, teman sma, semua dikontaknya. saya sangat malu. padahal pinjam tidak seberapa hanya iseng-iseng saja.”

Bener-bener kaget, apalagi ketika dia menyampaikan banyak kejadian “diingatkan” orang lain, bahkan saat rapat, atasannya memanggilnya dan berkata:

“kalau kamu butuh uang, ngomong sama saya, jangan pinjam gini, ribet dan jangan sampai orang lain tahu”

Teman hanya bilang bahwa, jangankan bapak dan teman sekantor. Kolega kita, partner kerja saya, bahkan client-client kita juga tahu bahwa saya punya hutang sama perusahaan ini.

Betapa pedih kenyataan yang harus dia tanggung. Bijaklah dalam menggunakan aplikasi dan fasilitas yang begitu mudah di Internet. Tidak semua orang punya niat baik, jikapun punya niat baik, mungkin caranya yang tidak baik.

Bandros

Bandros atau Bandung Tour On Bus adalah salah satu fasilitas city tour yang disediakan oleh pemerintah Kota Bandung. Bandros ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, dulunya sih dua tingkat, tetapi sejak ada kecelakaan -ngait kana kabel- akhirnya semuanya jadi hanya 1 tingkat saja. Tidak ada tempat duduk di atap.

Beberapa waktu lalu, berkesempatan memiliki waktu berdua sama si bocah untuk naik Bandros ini, ini adalah kali pertama dia naik Bandros, sementara bapaknya udah dua kali.

enaknya berkeliling kota, kena angin, duduk di belakang, sementara penumpang hanya 6 orang. aah, serasa Bandros milik sendiri.

Baru kali ini, dia minta banyak sekali difoto. Bahagia sekali nampaknya, menghabiskan waktu bersama bapaknya yang males keluar rumah, dan naik bandros. Bisa lari-larian di balai kota, bisa jajan semaunya.

Oh ya, Bandros ini posisi terminalnya ada di Alun-Alun, Balaikota, Riau, dan Diponegoro untuk rute yang berbeda-beda tiap warnanya. Tarifnya berkisar antara 10.000 sampai 20.000 rupiah bergantung ke rute yang dilalui.

Sejenis Headphone

Untuk urusan yang satu ini, saya memang agak pemilih, saking pemilihnya sampai saat ini belum punya lagi headphones yang mumpuni selepas Audio Technica saya jebol beberapa tahun lalu.

Beberapa waktu lalu, sempat mengunjungi gerai Xiaomi di BEC. Mencoba beberapa jenis headphone, nah yang ini ternyata enak juga. Saat lihat harganya juga lumayan lah, jauh dibandingkan headphones sebelumnya. Ditambah lagi diskon, aah harus balik lagi nih buat nebus besok.

Saat balik lagi ke tokonya, udah ga diskon lagi. Alhamdulillah, diselamatkan dari beli headphones bagus, sementara aturan tetap berlaku “uang yang keluar dari ATM ga bisa masuk lagi”. Alhasil, headphones ga dapet, uang habis.