Xiaomi Redmi 3s

di luar rencana, hape istri mengalami bootloop, setelah dioprek sedemikian rupa sampe dibawa ke service center resminya, tidak dapat diselamatkan. harus ganti mainboard (jadi males, tiap ke service center selalu harus ganti mainboard). akhirnya beli -ngutang- lagi hape. pilihan jatuh ke Xiaomi Redmi 3s selain specs-nya memenuhi, juga pengen punya experience mengoperasikan (tepatnya meng-abuse) merk yang sempat melejit dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (walaupun sekarang sedikit meredup).

siomay.png

spesifikasinya cukup mumpuni untuk hape yang dibandrol di harga sekitar 2,250 juta rupiah, sekitar USD 169.14. spesifikasi yang diusung diantaranya adalah: prosesor besutan
Snapdragon 430 octa-core processor 1.4GHz max, Adreno 505 GPU, 3GB LPDDR3 RAM
32GB eMMC 5.1 flash, slot up to 128GB expandable microSD (VFAT format), batere 4000mAh (min) / 4100mAh(typ), dan fitur Fingerprint sensor.

fitur yang sangat penting untuk operasional keseharian adalah batre yang besar, memory yang besar, dan fasilitas penyimpanan yang besar. karena sekarang penggunaan memory dan disk cukup rakus. bagian menarik dari perangkat ini adalah slot simcard kedua (nano) yang hybrid dengan memory card (MMC). menarik sekali, dia mampu membaca digunakan untuk simcard atau untuk memory card. cukup efektif ruang.

 

semoga awet🙂

HiSense PureShot+2

karena ingin mencoba perangkat baru yang masih dalam kategori murah meriah untuk smartphone, dan berada di bawah rentang maksimal 2,5 juta. kali ini hape digilir ke Hisense pureshot+2. masih keluaran dari smartfren (http://www.smartfren.com/id/hisense-pureshot-plus-2).

Related image

 

hisense-pureshot-plus-2

cukup mumpuni dengan RAM 3GB dan ROM 32GB. Mudah-mudahan awet.

beli hape karena, Andromax R2 (Hisense) digondol copet.

img-src: regohpdroidlimethegadgetsfreak

ngerjain PR

dede ulis, kah ulis (dede mau nulis, akang juga nulis, red)

photo_2016-10-24_08-48-13

kalau mereka lagi akur, beginilah kondisinya. kalau sedang tidak akur, meja kakaknya ditendang terus kakaknya diajak maen mobil. ga boleh belajar atau ngerjain pr lagi😀

Turn Back pem-Begal-an

begal marak kembali terjadi di kota tercinta ini, Bandung. sejak minggu lalu sudah ada 3 kejadian pembegalan: mahasiswa ITB dibegal di depan kampusnya, kejadian di simpang dago, dan di daerah turangga. mengerikan, sekaligus memalukan untuk kota sedamai ini.

sudah saatnya pemerintah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan aparat berwenang untuk mengembalikan kembali rasa aman kepada warganya.

sempat ada wacana bahwa pelaku pembegalan akan ditembak di tempat, kemudian muncul riakan bagaimana dengan perlindungan HAM dan segala macam. padahal, melakukan aksi pembegalan merupakan kejahatan terhadap HAM itu sendiri. apakah sudah sampai pada urgensi pemberlakuan jam malam?

semoga kota Bandung kembali aman tenteram, agar saya leluasa kalau pulang malam.

nb. src-img

hape itu, 2 juta sajah sudah cukup

ada alasan mengapa saya mengambil judul ini. tercipta oleh keterpaksaan keadaan finansial yang kemudian menjadikan gaya hidup lebih sederhana dan jauh dari gaya hidup yang selama ini dianut.

pernah suatu ketika, saya membeli telepon genggam secara tunai. lipatan uang ratusan ribu itu mencapai puluhan lembar, lebih dari sekedar cukup untuk membeli sepeda atau merenovasi pintu mesjid sebelah rumah. tertegun saya cukup lama sebelum saya mengikhlaskan uang itu ganti kepemilikan. selama ini kalau belanja cukup gesek-gesek saja, baik itu kartu debit ataupun kredit, dan tidak terasa begitu banyak uang ‘terbuang percuma’.

saya kemudian berpikir panjang, bahwa sesungguhnya untuk bisa hidup sederhana itu tidaklah begitu rumit dan menyusahkan, saya malah terlanjur menikmati hidup dalam keterbatasan. teringat kata seorang financial planner saat saya berkesempatan mengisi sebuah acara bersamanya, “pendapatan itu kadang tidak terduga, tapi penghasilan bisa direncanakan, keluarkan seperti biasa, simpan kelebihannya.” kallimat itu begitu menancap kuat, walaupun memang sampai saat ini simpanan saya masih seadanya, asal cukup buat hidup satu bulan (dan harus ditambah nampaknya).

a

saya terbiasa menggunakan ponsel dengan harga 3 juta ke atas, sudah 2 tahun ini hape saya harganya berkisar di bawah 2 juta saja, tepatnya 1,6 juta (nyicil pula 12 bulan). hape ini besutan HiSense yang bekerja sama dengan smartfren, Andromax R2 namanya. semua angka willingness to pay saya turunkan, gengsi saya buang jauh (ala saptuari). dan ternyata produktivitas saya tetap berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada keterbatasan hanya karena hape kita harganya hanya 2 jutaan. saya tidak munafik, tetep aja pengen juga punya hape yang harganya hampir sama dengan harga motor honda beat, juga pengen rasanya punya laptop seharga motor honda vario. hehehe.

kesederhanaan membawa banyak berkah buat saya, saya tenang karena nggak takut hape saya ada yang nyuri, hahaha. cuek saja saya simpan walau di sebelahnya galaxy 7 atau iphone 7, dingin sajah, kalau perlu si nokia seharga 300 rebu, saya simpan di sebelahnya, biar dia nggak terlalu malu. hahaha.

nb. img-src

Les Renang

Berenang itu bukan hal yang mudah, tapi manfaatnya banyak sekali, mulai dari kesehatan sampai dengan menjaga diri dari bahaya. Bisa berenang sejak dini adalah program yang saya canangkan untuk anak-anak. Berenang hanya di sekolah saja dirasa tidak cukup untuk kebutuhannya, selain untuk kesehatan juga sebagai bekal mereka kelak.

Agenda baru di setiap weekend bagi si sulung (6 th) adalah les berenang. Memang, si sulung tidak saya ikutkan les mata pelajaran karena sorenya ia harus ngaji, biarlah ia bersenang-senang saja. hehe.

Si sulung les renang di kolam renang dekat rumah (Surya Sport Center, Kompleks Kopo Permai), padahal asalnya dia mau les renang di Tirta lega, Tegal Lega. Tapi dipikir-pikir, jauh juga, ribet nganternya. Alasan lain dia les di sini karena sepupu-sepupunya juga les di sini.

Biaya lesnya sendiri, sekitar 150rb untuk 4 kali pertemuan (di luar tiket masuk kolam). Sebuah harga yang pantas, mahal atau tidak bergantung pada relativitas kita atas jasa dan penghargaan kemampuan orang lain. #sokbijak.

Kolam renangnya bersih, indoor, dan ada kolam air hangatnya juga. Jadi ketika si sulung les berenang, saya cukup ngadem saja di kolam air hangatnya.

Semoga dia bahagia dan cepat bisa berenangnya, agar ketika harus berenang saat di sekolah nanti, saya relatif tidak terlalu khawatir atas keselamatannya. terima kasih buat guru les berenangnya, Om Ubay, yang selalu sabar ngajarin si sulung. Terutama saat dia menaklukan rasa takutnya.