Bandingan

Kemudahanmu menulis akan sebanding dengan ketajamanmu membaca. Saat banyak bacaan yang kau lahap, maka keinginanmu untuk menulispun semakin besar

Advertisements

Pilihan

Bahwa bagi sebagian orang ada hal yang lebih penting dari materi

Bahwa bagi sebagian orang ada hal yang lebih penting dari penghormatan

Bahwa bagi sebagian orang ada hal yang lebih penting dari pengakuan

Bahwa bagi sebagian orang, kebahagiaan tak diukur sebanyak materi

Bahwa bagi sebagian orang, kejayaan tak lebih dari sekedar berbahagia bersama

Bahwa bagi sebagian orang, diam di zona nyaman adalah hal terbaik

Bahwa bagi sebagian orang, menghabiskan waktu bersama istri dan anak adalah kekayaan sebenarnya

Bahwa bagi sebagian orang, memiliki kecukupan rejeki adalah dengan benar-benar mengartikan kata cukup

Bahwa bagi sebagian orang, membaktikan diri pada perusahaan atau tempat ia mencari nafkah adalah kebahagiaan sesungguhnya

Bahwa bagi sebagian orang, karena hidup yang terlalu sederhana, ia menjadi bego urusan bagaimana menghargai diri dengan uang, karena uang hanyalah seonggok angka dibanding kebahagiaan yang ia inginkan

Mudik lebih lama

Edisi pulang ke kampung halaman saat ini memang relatif lebih lama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

1. Bertepatan dengan libur sekolah

Liburan lebaran kali ini bersamaan dengan liburan anak sekolah. Sejak si cikal masuk SD, kesempatan untuk berlibur di Ciamis menjadi sangat terbatas. Selain waktu tempuh perjalanan yang lebih lama, juga biasanya karena waktu yang tidak pas antara liburan dia dengan jadwal proyek bapaknya.

2. Pakai angkutan umum

Biasanya mudik berangkat sendiri, pulang nebeng sama kaka. Sekarang kami berdua tidak punya kendaraan sendiri, sehingga pulang pergi pakai angkutan umum. Naah, saya termasuk orang yang mudah stress kalau tidak dibalik kemudi, terutama saat macet. Oleh karena itu, memilih waktu yang relatif luang menjadi titik tengah saat melakukan perjalanan.

3. Pekerjaan relatif bisa diremote

Alhamdulillah, beberapa pekerjaan bisa diremote. Walau kemarin saat menjelang mudik ada pekerjaan dadakan yang harus disegerakan. Memiliki tim yang kompak (dan sangat berbesar hati) adalah salah satu kelebihan di kantor ini. Love them.

Total waktu mudik, H-7 sampai dengan H+8. Lumayan lama ya.

Gagal Leasing

Ini cerita saudara dekat saya, beliau leasing mobil second. Perjanjian selama 4 tahun, dengan bulanan sekitar 2 jutaan.

Setelah 2 tahun, usahanya mogok lalu mobil ditarik, pas itung2an ternyata pelunasan masih banyak, dalam artian selama cicilan, utang pokoknya tidak sampai setengahnya terbayar.

Ngeri banget emang, ga beres-beres. Itu adalah salah satu contoh kegagalan leasing, kalau cicilan lancar sih tenang-tenang wae.

Paytren

Beberapa kali saya kesulitan membeli token listrik, ngisiin pulsa, bahkan pesan tiket kereta.

Akhirnya saya ikutan sebuah program yang bertajuk paytren. Program yang digagas oleh ustadz yusuf mansyur. Program yang punya gagasan baik, dan insyaAllah bermanfaat buat umat. Agar keuntungan bisa kembali ke masyarakat pemegang modal lemah, bukan hanya mereka pemegang modal besar.

Gambar di atas menyajikan menu-menu transaksi yang sering saya gunakan, yang paling sering akan digunakan adalah beli token pln, pulsa, tiket kereta, dan voucher games. Tersedia juga menu pilihan transaksi yang lain, seperti BPJS, PDAM, TV Pra Bayar, daaan masih banyak lagi.

Menarik memang. Semoga bermanfaat bagi lingkungan di sekitar, memudahkan kebutuhan transaksi saya sendiri dan juga teman-teman di sekitar. Di postingan yang akan datang, akan saya ulas tentang paytren ini sendiri. Sekarang mah masih belajar, doain aja biar saya cepet bisanya, cepet bisa manfaat buat yang lain. Al Fatihah.

Mulai dari nol

Ini bukan kata pengantar dari petugas SPBU saat akan mengisi bensin ke kendaraan kita. Ini lebih ke arah pernyataan ketika kita akan mereset sesuatu, ketika kita ingin beranjak dari satu posisi ke posisi yang lain.

Nampaknya berat, namun jika ditunda akan semakin berat. 

Harus mulai dari mana? Pertanyaan itu muncul pertama kali, dan terus muncul. Move on  itu bukan hal yang mudah, move on tak segampang melupakan kekesalan.

Memilih langkah yang salah, menetapkan keputusan yang salah, menimbang dua hal yang salah, bahkan sekedar mengestimasipun bisa salah.

Mulai dari nol, setidaknya ayunkan langkah saat kita sudah siap. Bukan kita, tapi saya.