hujan dan bandung

Hujan adalah kondisi dimana saya sangat menikmatinya. Spot terindah saat hujan adalah ketika di pinggir jendela, baik rumah, cafe, maupun bis. Sambil megang minuman hangat, dan sambil memandang mata si dia, abaikan adegan memegang tangan si dia. hihi.

Hujan di Bandung, sungguh ideal, suhu Bandung kalau nggak hujan itu sejuk, saat hujan kesejukan meningkat dua kali lipat. Aaaah, asiiik.

Kadang kalau lagi jauh dari Bandung, memang suka kangen sama hujannya. Walau basah kuyup, tapi sesekali hujan-hujanan baik untuk kesehatan, serasa diterapi gratis. hehe

hujan dan bandung

Ketika Visi bukan hanya sekedar Arah

Visi, vision, penglihatan, apa yang hendak nampak. Visi adalah cara, bagaimana kita memandang tujuan, hingga yang abstrak seolah nampak.

Hidup harus punya visi, itu sudah pasti. Kalau tidak, kita berjalan tanpa arah, mengikuti arah kaki melangkah, tak ada sesuatu yang dituju, hingga seolah berjalan di kegelapan. Visi hidup terlalu subjektif, dan bukan tentang itu tulisan kali ini.

Visi adalah tujuan, apa yang mau dicapai, harus jelas dan terukur, tercapai atau tidak. Mengapa harus terukur? agar kita bisa menentukan apakah visi itu tercapai atau tidak. Seorang pimpinan harus memiliki ini, pengertian yang jelas, agar kemudian tidak multitafsir. Agar kemudian mampu diterjemahkan dan diturunkan dengan baik oleh persona di bawahnya. Hingga jalan yang ditempuh adalah jalan yang sama. Walau cara pencapaian yang berbeda.

Visi ini harus disosialisasikan, harus disampaikan, harus menjadi gambaran terang. Visi bukan hanya sekedar tujuan, tetapi juga pencapaian. Banyak orang yang bekerja tanpa mengetahui apa visi yang hendak dicapai oleh pimpinannya, sehingga ketika apa yang diharapkannya tak terkabul, ia hanya berbuat onar saja, tanpa mampu memberikan timbal balik yang positif untuk membantu mencapai visi itu. 

Visi adalah mimpi, visi adalah idealisme, visi adalah ruh yang menjaga selama perjalanan panjang itu.

Ketika gambaran tentang visi itu kabur, tindakan harus diambil secepatnya, re-visioning, mengurai dan menggambarkan kembali visi itu sendiri, menterjemahkannya bersama-sama agar semua pihak memiliki pandangan yang komprehensif. Sehingga semua bisa kembali ke arah yang sama. Membangun kembali, menyusun kembali, artefak-artefak yang berceceran.

Visi adalah harapan, dan harus dapat diukur oleh satuan waktu. Mengutip ucapan seorang teman, Akmal. Ujarnya “time limit for hope“.

Ketika Visi bukan hanya sekedar Arah

Ayah ASI di MQTV

jika sebelumnya hanya tampil beberapa menit saja, maka pada kesempatan kali ini tampilnya nggak tanggung-tanggung, 45 menit alias 3 segmen di acara MQTV, hehehe. tampil di acara talkshow Ngeteh Pagi yang target audiens-nya para ibu-ibu dan muslimah, itu seru. ga ada batasan buat ngomong, hahaha

ngeteh_oagi

kalau dari dekat begini😀

WhatsApp Image 2016-08-18 at 16.39.53

saya bukan selebritis, jadi begitu masuk tivi, waaaah, seru :))

acara ini juga bisa ditonton secara streaming via useetv, kalau belum dihapus linknya ada di www.useetv.com/tvod/mqtv/1471480200/1471483800.

Ayah ASI di MQTV

–edisi AyahASI–
gimana dari duit terbatas, tapi hobi, beli maenan, sama ngopi bisa jalan terus. hehe

–edisi AIMI–
Gimana ngelola keuangan rumah tangga biar cicilan dan tagihan kebayar, bisa nabung untuk sekolah anak-anak, tapi masih bisa liburan dan investasi? Bunda Isti Khairani, financial planner cantik ini akan lupas tuntas tips triknya.

Psst … ayah ASI atau biasa di kenal Mang Roisz bakal buka-bukaan soal “rahasia” bagaimana ASI bisa mempengaruhi keuangan keluarga 🤔

Ayah juga mesti dateng ni.. Tempat terbatas

Yuk ah urang rojong .. Dina raraga masih ngaramekeun pekan ASI sadunia
Diantos nyaaaa🙏👏👏👏
#WBW2016
#bulanASINasional2016 – with Yani

View on Path