Kembali ke Jakarta

biswisata.png
transjakarta Pariwisata

Sudah beberapa hari ini, tepatnya sejak bulan kemarin, saya kembali bertugas di Jakarta. Ah, bertugas di Jakarta ini memang kurang menyenangkan, hahaha. Karena kehidupan saya lebih banyak ada di Bandung, juga karena di Bandung area untuk bermain dan jalan-jalan, serta makanan yang murah lebih mudah. Jauh daripada itu, karena anak dan istri ada di Bandung.

Ada suka dan duka bekerja di beda kota, ada kalanya bertugas itu menjadi sangat menyenangkan ketika mendapatkan lokasi baru atau tantangan yang baru, tapi untuk Jakarta? kemacetan dan tingkat polusi sudah pasti didapatkan.

Untungnya, sekarang ada Grab, Gojek, dan juga layanan transportasi TransJ yang sudah lebih mudah. Karena, kalau setiap hari pakai taksi, bisa jebol dompet. Besar pasak daripada tiang, sudah pasti kejadian.

Jakarta, berbaik hatilah. Jadilah lebih ramah dan menyenangkan.

Eh iya, ini sudah hari kamis, sudah waktunya pulang ke Bandung, hehe

Advertisements

The Air Asia Story

Buku lain yang tengah dibaca minggu ini adalah, “The Air Asia Story, Kisah Maskapai Tersukses di Asia”. Buku ini merupakan terjemahan dari buku aslinya yang berjudul sama, yang ditulis oleh Sen Ze dan Jayne Ng. Sejauh ini, saya tidak menyangka, ternyata terdapat sesuatu hal yang begitu pelik dibalik kisah kesuksesan sebuah maskapai di Asia.

The Air Asia Story, Sen Ze & Jayne Ng

Buku ini saya baca dengan tempo yang lambat, tidak jarang saya berdegup kencang, menahan helaan nafas, karena kisah ini diceritakan begitu indah. Membacanya perlu dengan ketelitian, agar bisa menangkap strategi apa yang tengah dimainkan oleh Tony Fernandes sejak ia mengambil risiko untuk menyelamatkan maskapai Air Asia dengan harga yang sangat murah (lengkap bersama masalah yang ada) hingga menjadikannya raja maskapai di benua Asia.

Starting Up

Ini dia, salah satu draft buku yang saya baca kemarin malam. Buku yang cukup menarik, ditulis dengan lugas berdasarkan pengalaman penulisnya dalam membangun start up. Ada kisah yang menarik, dimana dalam buku ini tidak dituliskan tentang bagaimana membuat sebuah start up yang berhasil dan sukses, melainkan tentang bagaimana melakukan validasi atas penciptaan sebuah start up, agar dapat mencapai tujuannya.

Buku ini berkisah tentang bagaimana proses penciptaan sebuah start up, sejak proses ideasi, pengembangan produk, pemodelan bisnisnya, marketting, pendanaan, pitching, mengembangkan perusahaan, hingga exit strategy-nya. Buku ini sebenarnya tidak dicetak dalam format berbentuk buku, baru sekadar draft yang sudah bisa dinikmati. Peserta Pesantren Start Up tahun lalu mendapatkan buku ini sebagai merchandise keikutsertaan. Sangat beruntung sekali.

img_20190807_1033156946396084181626538.jpg
Buku Starting Up-nya BR

Ada beberapa hal yang luput atau belum dituangkan pada buku ini, yakni tentang bagaimana perusahaan harus bisa tetap berada dalam posisi yang selalu relevan dengan keadaan, bagaimana menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum, regulasi, atau bagaimana cara untuk mengelola sustainabilitas perusahaan setelah berumur panjang. Tapi kemudian, setelah saya telusuri dan baca ulang, judulnya adalah Starting Up, bukan Sustaining Up 😀

Oh ya, informasi dari penulis, bahwasanya buku ini memang untuk disebarluaskan dan senantiasa diupdate secara berkala (baca: sesempatnya penulis).

.

.

Komputer Jangkrik Rakitan

Setelah komputer terakhir saya beli tahun 2003an, dan sudah pensiun cukup lama. Maka tibalah saatnya kini punya komputer alias desktop personal computer yang baru. PC ini rencananya hanya akan digunakan untuk kegiatan keseharian, sedikit game, dan khususnya sih menyiapkan anak-anak mengenal dunia perkomputeran. Kali ini saya akan bercerita tentang proses pembelian komputer di toko online.

Tahapan pertama adalah menentukan spesifikasi komponen dari komputer yang akan kita rakit. Setelah mendapatkan spesifikasi komponen, kemudian kita menentukan toko online mana yang akan dijadikan lokasi pembelian, naaah di sinilah bagian yang susah-susah mudah, karena kita harus mempelajari, mengetahui reputasi toko online tersebut, dan membanding-bandingkan harga. Naah, kita masuki tahap pertama, membangun spesifikasi,

Karena komputer yang akan saya rakit, bisa digolongkan sebagai komputer rumahan, maka sebagai landasan utama saya akan mengkombinasikan motherboard middle class dari Asrock, AMD Ryzen dan Corsair Vengeance. Pemilihan kombinasi ini, salah satu faktor yang paling berperan penting adalah, HARGA. hahaha.

part 1
Kombinasi ASRock, Ryzen, dan Corsair

Asrock-B450M-HDV (AM4, AMD Promontory B450, DDR4, USB3.1, SATA3) dengan processor AMD Ryzen 3 (3200G 3.6Ghz Up To 4.0Ghz Cache 4MB 65W AM4 [Box] – 4 Core – YD3200C5FHBOX – With AMD Wraith Stealth Cooler), untuk mendapatkan performa terbaik, maka saya juga memilih RAM yang memang didesain untuk prosesor ini, RAM besutan Corsair, Vengeance DDR4 LPX PC21000 16GB (2X8GB) – CMK16GX4M2Z2666C16 – For AMD RYZEN.

Untuk Disk, saya memilih Western Digital yang biru saja, cukup untuk penyimpanan data karena memang penggunaan komputer tidak akan dipakai untuk pekerjaan yang berat, spesifikasi harddisknya adalah WDC 2TB SATA3 256MB – Blue, dengan kode WD20EZAZ.

342235885_8a3f917d-ff35-4716-8e4d-2eec9eff5c47_800_800
WDC 2TB SATA3 256MB – WD20EZAZ

Casing yang saya pilih adalah CUBE GAMING VARDE – mATX – FRONT & LEFT SIDE TEMPERED GLASS – PSU COVER – DUST FILTER. Salah satu bagian menariknya adalah kipas berwarna yang dipasang di depannya, hehe. Warnanya sangat menarik untuk anak-anak.

Part 2
Cube, Segatop, dan Aerocool

Power supply Aerocool KCAS-500W – 80 Plus Bronze – Fully Black Mesh cables, dan kipas Segotep HALO – 12CM RING Fan – BLUE LED agar casing menghasilkan warna yang manis, mungkin ke depannya akan saya tambahkan beberapa kipas lagi agar lebih berwarna.

Monitor, sebagai salah satu bagian penting yang tidak terpisahkan dari kenyaman kita menggunakan perangkat komputer kita. Pilihan monitor jatuh ke salah satu produk besutan LG, Monitor LED LG 22MK430H-B IPS Full HD 22″ dengan refresh rate 75hz. Salah satu alasan pemilihan monitor ini adalah IPS dan Refresh Rate-nya. IPS (In-plane switching) merupakan teknologi layar untuk display kristal cair (LCD). Teknologi ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan utama dalam urusan sudut pandang yang biasa hadir pada teknologi layar Twisted nematik (TN). Perbaikan IPS biasanya meliputi sudut pandang yang kuat dan reproduksi warna yang jauh lebih baik. Peralihan di dalam sebuah monitor IPS itu sendiri biasanya melibatkan antara pengaturan dan pengalihan orientasi molekul lapisan kristal cair (LC) antara substrat kaca. Hal ini dilakukan, pada dasarnya agar objek bisa sejajar dengan pelat kaca ini (tentang IPS). Sedangkan refresh rate adalah tampilan gambar setiap detiknya. Nah, misalnya refresh rate kita 75, maka setiap detik menampilkan 75 gambar. Semakin besar refresh rate, maka semakin smooth pula tampilan di layar (tentang refresh rate).

Screenshot_2
LED LG 22MK430H-B IPS

Sebagai bagian pelengkap yang tak kurang pentingnya adalah penyediaan baterai cadangan, sebut saja UPS atau singkatan dari Uninterruptible power supply sebagai alat back up listrik ketika PC atau kehilangan energi dari sumber utamanya.

UPS
APC Back-UPS 650VA

Untuk UPS, saya memilih produk dari APC dengan spesifikasi APC Back-UPS 650VA, 230V, AVR, Universal Sockets. Saya memperkirakan UPS ini cukup untuk menahan energi listrik dan memenuhi kebutuhan komputer saya yang maksimal hanya membutuhkan energi listrik sekitar 500VA.

Pembeliannya semuanya saya lakukan secara online, untuk part komputer saya beli dari Enter Komputer sedangkan sisanya, saya beli dari Tokopedia.

Seluruh komponen dikemas dalam kondisi sudah dirakit untuk memastikan kompatibilitas antar komponen setelah dirakit. Proses perakitan dilakukan di toko dan dikirim ke lokasi setelah selesai dirakit. Semua komponen dimasukkan ke dalam kotak kayu tersendiri untuk menghindari benturan. Namun, semua dus dan kemasan bawaan dari pabrikan tetap dikirimkan bersamaan dengan semua paket.

Kelebihan dari berbelanja online seperti ini adalah prosesnya yang mudah dan tidak ribet, khususnya jika kita berbelanja di toko online yang reputasinya baik, itulah pentingnya memberikan reputasi pada toko online, agar pelanggan atau calon pelanggan yang lain mengetahui tingkat reputasi toko online tersebut.

Kelamahan dari berbelanja online adalah tingginya ongkos kirim dan beberapa keharusan seperti misalnya pengemasan dengan kayu untuk menghindari benturan dan kerusakan, yang harganya sama dengan ongkos kirim. Jadi hitung saja, ongkos kirim bisa dihitung dua kali lipat.

Auto Mounting Drive pada Ubuntu 18.x

Mounting partisi pada Linux Ubuntu secara otomatis

beberapa langkah untuk melakukan mounting otomatis, agar tidak setiap login kita harus melakukan mounting.

1. Lakukan listing pada Disk, dan pilih disk yang akan kita mounting. Disk saya dinotasikan sebagai /dev/sda

root@karasbagja:~# fdisk -l /dev/sda
Disk /dev/sda: 931,5 GiB, 1000204886016 bytes, 1953525168 sectors
Units: sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 4096 bytes
I/O size (minimum/optimal): 4096 bytes / 4096 bytes
Disklabel type: gpt
Disk identifier: B61B7EAA-43DA-43EB-AB56-99AB7C1B6BB7

Device Start End Sectors Size Type
/dev/sda1 2048 534527 532480 260M EFI System
/dev/sda2 534528 567295 32768 16M Microsoft reserved
/dev/sda3 567296 959201279 958633984 457,1G Microsoft basic data
/dev/sda4 959201280 1846611147 887409868 423,2G Microsoft basic data
/dev/sda5 1846611968 1951475711 104863744 50G Linux filesystem
/dev/sda6 1951475712 1953523711 2048000 1000M Windows recovery environment

partisi yang akan saya mounting (pada laptop saya) adalah /dev/sda4. Dengan format partisi NTFS

2. Buat direktori untuk mountingnya pada direktori /media

root@karasbagja:~# cd /media
root@karasbagja:~# mkdir hdd

3. Edit sedikit file fstab agar nantinya dikenali oleh system,

root@karasbagja:~# gedit /etc/fstab

Tambahkan script di bawah ini pada bagian paling bawah, ingat hanya ditambahkan saja.

/dev/sda4 /media/hdd ntfs-3g defaults,locale=en_US.UTF-8 0 0

sesuaikan partisi dengan lokasi di laptop anda. Partisi yang saya gunakan adalah NTFS, jika partisi yang Anda gunakan EXT3 maka gunakan script seperti ini

jika format disk selain NTFS, maka script yang ditambahkan sebagai berikut:

A. EXT 3,
/dev/sda4 /media/hdd ext3
defaults,errors=remount-ro,users,user_xattr,user 0 0

B. EXT4,
/dev/sda4 /media/hdd ext4
defaults,errors=remount-ro,users,user_xattr,user 0 0

C. FAT32,
/dev/sda4 /media/hdd vfat umask=000 0 0

4. Ubah ownership file agar sistem tidak selalu menanyakan password

root@karasbagja:~# chown -R username:username /media/hdd

catatan: Ubah username sesuai dengan username Anda.

5. Tinggal reboot saja, kalau tahapan di atas lancar, maka kita tidak perlu lagi melakukan mounting secara manual.

referensi:
*https://askubuntu.com/questions/978746/how-to-mount-ntfs-partition-in-ubuntu-16-04/978750

.
*http://www.pintarkomputer.com/cara-mount-harddisk-otomatis-pada-saat-startup-di-ubuntu-14-04/

.
*https://ubuntuforums.org/showthread.php?t=2096799

ketika start up mu gagal,

ketika start up mu gagal, maka yang harus tetap kamu jalani adalah meneruskan niatnya, menjadi solusi dari gejala-gejala masalah yang kamu temui. ide start up kami 3 tahun lalu, saat ini sudah ada yang merealisasikan, bahkan bidang ilmu yang saat itu masih baru, kini menjelma menjadi bidang ilmu yang sangat diminati.

kegagalan itu mengantarkan saya untuk berinteraksi lebih rutin dengan kakak kelas waktu kuliah, dan sejak pertemuan itu banyak sekali kejutan terjadi. jadi ingat obrolan bersama dosen pembimbing thesis, kejutan itu yang membuat hidup kita bermakna. mungkin, jika saya panjang lebarkan, kejutan itu yang membuat saya lebih mengenali diri saya sendiri.

tercatat, kejutan menjadi dosen luar biasa di kampus saya pernah belajar, kejutan merasakan kekecewaan, kejutan merasakan tidak berarti, kejutan merasa hidup gini-gini aja, hingga kejutan menjadi pembicara di banyak acara. semua itu akibat pembelajaran panjang yang secara target tidak tercapai. ya, start up saya gagal.

tapi ilmu saat mempelajarinya, membangun bisnis modelnya, meningkatkan kapasitas, tidak sepenuhnya gagal. ada yang bisa saya dapatkan dari sana, bukan sedikit tapi banyak. belajar berempati, menurunkan ego dan emosi, serta menilai bahwa lebih banyak hal yang lebih penting dari sekedar mengumpulkan deretan angka di rekening kita. manfaat lebih baik, nilai tambah (baca, pendapatan) mah nuturkeun.