Hari Pertama Sekolah

fotonya dulu aja aaah

photo_2015-07-27_14-07-37

Aku Siap Sekolah dengan Seragam Baru

 

photo_2015-07-27_14-08-11

Ade Ikut Bahagia

 

photo_2015-07-27_14-07-12

Main sama Ade Sebelum Masuk Kelas

 

photo_2015-07-27_14-07-26

Aku Siap Sekolaaah

 

photo_2015-07-27_14-11-03

Aku ada di Barisan Paling Depan

 

Hape Tanpa Sinyal = MP3 Player atau Kalkulator

Secanggih apapun hapenya, kalau di tempat kita berada tidak ada sinyalnya, ataupun ada label sinyal tapi nyatanya dusta belaka, maka pada saat itu hape kita sama aja dengan MP3 Player atau Kalkulator.

Saya terbiasa pakai si merah, sinyal mudah dan selalu ada. Sekarang saya coba pakai si biru, sinyal tetap ada di jaringan Edge, istiqamah banget, sekalinya dapat 3G, eeeh ga bisa konek kemana-mana.

Saya coba pakai Si biru karena menawarkan harga yang relatif -jauh- lebih rendah dibandingkan dengan si merah, tapi ya ternyata sinyalnya di sini tak sekuat si merah. Kalau mau dapet sinyal bagus, kudu ke pinggir jalan dulu atau ke pusat kota. Hal yang sama dengan si merah hampir 5-6 tahun yang lalu.

 
Belum tahu kenapa sebabnya, tapi mungkin ini jadi pembuktian bahwa duit mah moal ngabobodo. hehe

Lokasi di Rumah Mertua, Desa/Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Gadgetnya pake ipun4, sama rombongan Samohung.

Eid 1436 H

Dulu tangis haru selama bertahun-tahun terjadi di mesjid. Kemudian pindah ke rumah ketika saya berlebaran di kampung halaman istri.
Beruntung sekali ketika lebaran tahun lalu berkumpul bersama keluarga di Bandung, ketika mengabulkan sebuah permintaan tak resmi dari mama, selain karena sudah beberapa tahun tidak lebaran di Bandung. Andaikata dulu tak dipenuhi, mungkin penyesalan akan terjadi hingga hari ini.

  
Karena sekarang, hanya bisa bertemu mama dalam do’a; dalam sujud pengharapan, dan sesekali mengunjunginya dalam nisan.

Mudik Lebih Cepat

Ada alasan mengapa mudik lebih cepat, selain untuk terhindar dari macetnya jalur selatan saat mendekati lebaran, juga untuk menambah waktu berkumpul bersama keluarga. Ditambah lagi, sekarang Q1 sekolah, sehingga pulang ke rumah neneknya tidak bisa lagi seenak perutnya.
Liburan lebaran kali ini sebenarnya relatif lebih panjang dibandingkan dengan liburan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena lebaran jatuh di hari jumat, dan hari kerja terakhir kebanyakan senin atau selasa, sehingga membuat orang memilih menambah cutinya dan berangkat di hari sabtu atau minggu. Sehingga arus mudik relatif terdistribusi dan kemacetan relatif bisa dihindari. Arus balik? itu soal lain.
Di sisi lain, dibukanya jalur tol baru Cikapali di jalur utara membuat Pantura relatif didominasi hanya oleh pemudik R2, pemudik R4 tentunya lebih memilih menggunakan jalur Tol, walaupun jalur Tol tersebut relatif belum sempurna benar. Jalur selatan nampaknya relatif ramai lancar, setidaknya itu yang terpantau pada laporan mudik di media. Jikapun ada kemacetan tentunya tidak akan semacet dahulu.
Sementara jalur laut dan udara, masih relatif padat. Terutama adanya aktivitas Gunung Raung di sekitar Banyuwangi yang relatif mempengaruhi aktivitas bandara di sekitarnya. Agenda penerbangan terpaksa dibatalkan demi keselamatan penumpang -dan kebaikan pesawat terbang yang komponennya sensitif terhadap abu vulkanik-.

Cairan Pengisi Ban Tubeless

Vario Techno 125 keluaran baru sudah menggunakan ban tubeless, bukan lagi ban dalam. Mungkin spesifikasi motor yang saya beli sudah memasukkan unsur ini.
Kemarin ngobrol dengan tukang tambal ban, katanya untuk tipe ban tubeless ini ada cairan khusus yang dapat digunakan sebagai pengisi. Kegunaan dari cairan pengisi ini adalah, jika suatu ketika motor kempes karena kena paku, kita cukup mencabut saja pakunya. Nah, cairan ini akan berperan masuk ke dalam lubang ban untuk menambal dari dalam, sehingga kita tidak perlu menambal ban-nya lagi.
Ada yang tahu, cairan apa yang dimaksud?

Supra Fit 

Kendaraan yang dibuat dan dirakit oleh pabrikan Honda di tahun 2004 ini adalah type NF100 L dan dikenal dengan nama dagang Supra Fit.   
Motor ini cukup sederhana, tidak ada rem cakram, pakai tromol depan dan belakang. Konsumsi bahan bakarnya terbilang cukup hemat, mungkin karena ukuran cc-nya yang juga kecil, 100cc. Dugaan saya, motor ini memang diciptakan ekonomis, sesuai dengan namanya, Fit.

Motor ini dulu dipakai sama bapak mertua untuk kegiatan sehari-hari sampai akhirnya bapak mertua tidak bisa lagi mengendarai motor, karena sakit diabetesnya. Sayangnya motor ini pernah terlibat laka. Menurut cerita sih ditabrak orang dari samping pada bagian depannya, sehingga bawaannya kurang greget lagi, lehernya terasa kaku kurang smooth. Saya belum tahu, bagaimana cara mereparasi motor ini agar kembali nyaman dipakai.
Sekarang motor ini ada di Ciamis, saya pakai kalau sedang berlibur ke rumah neneknya anak-anak. Sangat berperan besar karena memang tidak ada kendaraan lain lagi, mempermudah mobilitas kalau kesana kemari. Mulai dari ke pasar sampai jelajah kuliner lokal.
Ke depannya, saya pengen ganti knalpotnya karena sudah mulai berkarat, mungkin dengan knalpot racing tapi nyaman di kuping. Walau sebelumnya -ganti knalpot-, saya pengen benahi dulu area depannya (leher dan kepala), agar ia lebih nyaman dipakai sehari-hari.

Merakit PC (Bagian 1)

Merakit PC ini benar-benar gampang-gampang susah. Kriteria PC yang akan dirakit adalah:

  1. Hemat listrik, seiring dengan mahalnya tarif listrik dan penggunaan PC yang relatif intensif
  2. Pintar, processor yang akan disematkan mungkin core i3 3,4Ghz, dipadu dengan Mobo yang sepadan dan Ram yang cukup besar
  3. Kapasitas Besar, HDD 1 TB
  4. Bentuk menarik, pilihan casing yang relatif tidak biasa saja
  5. Layar besar, mungkin nanti mau pasang layar 19-23inch

Menariknya, untuk memenuhi kriteria di atas butuh perjuangan, selain dengan keterbatasan budget. Saat ini specs teknis sudah ditentukan, tinggal eksekusi sajah secara bertahap.