Konsumtifisme Ramadhan

Kemarin sore saya baca artikel pada salah satu tabloid dan atau koran mengenai peningkatan omset para pedagang secara umumnya, dan termasuk didalamnya supermarket dan toko besar. Terlintas dengan cepat betapa cepat putaran uang yang bergulir semasa bulan ini (ramadhan,red). memang ketika bulan ramadhan tiba, satu hari menjelang saja, maka akan terasa sesak supermarket dan pasar tradisional yang biasa lenggang kita temui.

Belum lagi nenti ketika lebaan menjelang, berbagai bahan kebutuhan akan meningkat dengan sangat cepat, harga bahan pokok, harga pakaian dan barang lainnya, serta berjuta diskon akan ditawarkan oleh para pedagang dan pengusaha untuk menarik hati para konsumen.

Sampai kapankah budaya konsumtif tahuanan ini akan terus berkembang, atau apakah ini akan menjadi sebuah tradisi yang akan menjadi sebuah ritual wajib tahunan dan ataukah akan terus berkembang hingga entah kapan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s