Aku dan Jatinangor

Jatinangor #1

Langit terasa cerah disini, ternyata hujan belum turun. Jikapun hujan turut hanya sekejap dengan waktu yang bisa dihitung dalam hitungan menit saja. Banyak perubahan yang terjadi dan sedang terjadi ya itulah kota ini,…

Kembali aku kunjungi sebuah kota kecil dimana aku sudah empat tahun hidup disana. Menuntut ilmu disebuah perguruan tinggi negeri -Universitas Padjadjaran-. Sekalipun aku tidak tinggal disana dan hanya bertahan untuk kost disana hanya selama satu bulan saja, namun kota itu sudah melekat dan ada dalam hati, sehingga selalu rindu dibuatnya jika tidak kesana lebih dari 2 minggu saja.

Kota itu adalah sebuah kecamatan di kabupaten Sumedang , kecamatan Jatinangor tepatnya. Satu hal yang membuatku selalu rindu dengan lokasi itu adalah kenangan, keberadaan kawan-kawan dekat -baik itu kawan kuliah maupun kawan bermain dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan-.

Sedih rasanya melihat kota ini semakin sumpek dan tidak karuan saja, pembangunan yang dilakukan mengakibatkan semakin ruwet dan padat saja. Sawah dan kebun yang luas kini tergantikan oleh bangunan yang tidak lain adalah kost-kostan dan rumah sewaan. Kehidupan kota besar sudah merambah dengan hadirnya begitu banyak kafe-kafe dan kedai-kedai steak yang bermunculan, dan semoga saja restoran-restoran kota besar begitu pula dengan paket hiburannya tidak masuk ke kawasan yang di kategorikan sebagai kawasan pendidikan ini, sehingga konsentrasi kawasan pendidikan tetap terjaga.

Dibalik itu, kota ini memiliki kemajuan yang pesat dalam bidang penyebaran teknologi informasi, jaringan media cetak dan media elektronik sudah dapat di terima dengan baik, bahkan internet pun sudah terintegrasi dengan sebagian besar komunitas -khususnya komunitas mahasiswa- yang ada disini. Warnet-warnet berjejeran dan bertebaran di seantero jatinangor, dengan memberikan fasilitas harga yang murah dan banwidth yang besar. tak aneh jika setiap malam warnet-warnet tersebut selalu penuh dengan pengunjung, bahkan kerap kali kita harus mengisi waiting list untuk mendapatkan giliran menyewanya. Terlebih dengan tugas yang diberikan dosen untuk didapatkan dari internet dan kebutuhan untuk bisa mempergunakan internet sebagai media untuk membuka komunikasi dengan lokasi yang dipisahkan berkilo-kilo meter bahkan berjuta-juta kilometer.

#bersambung

Aku dan Jatinangor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s