Bandung Macet, say no to Blue Bird

“Say No To Blue Bird*”

Petikan di atas adalah salah satu dari sekian tulisan yang dipampang oleh para sopir taksi di Bandung dalam aksinya. Mereka melakukan demonstrasi untuk mencabut izin operasi yang diberikan pemerintah daerah terhadap armada Blue Bird. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kehadiran armada ini hanya memperkeruh dan membuat iklim Bandung tidak kondusif. Apa artinya semua itu? Bandung tidak kondusif? dari sisi mana? apa pengaruhnya kehadiran Blue Bird dengan ketidak kondusifan Bandung?Usut punya usut, kehadiran blue bird di Bandung menurunkan omset dan pendapatan armada taksi lainnya, walaupun ada juga armada taksi yang tidak ikut serta berdemosntrasi tadi pagi di bilangan Wastu Kantjana -lokasi DPRD Jabar-.

Bandung sudah dikenal dengan ketidakramahan dan buruknya pelayanan armada taksi yang ada selama ini, taksi di Bandung hanya sedikit saja yang mau menerima sistem argo, selebihnya digunakan perhitungan borongan. Mungkin saja ada beberapa penumpang yang tidak menyukai sistem pembayaran semacam ini. Begitu Blue Bird hadir dengan sistem pembayaran argo, maka armada pun menjadi Primadona di Bandung. Mau tidak mau, omset dan pendapatan taksi yang lainpun berkurang, karena penumpang cenderung lebih memilih Blue Bird daripada taksi yang lainnya.

Tadi pagi, armada taksi yang ada di Bandung kembali melakukan unjuk rasa. Dikatakan kembali karena sebelumnya mereka sudah pernah melakukan demonstrasi agar pemda mencabut izin operasi yang dimiliki Blue Bird. Secara otomatis, parkiran mobil-mobil taksi dan puluhan petugas keamanan yang diturunkan membuat jalan menjadi macet.

Bandung Macet, seperti biasa, setelah rekan-rekan buruh, rekan-rekan sopir taksi, rekan-rekan mahasiswa, siapa lagi yang hendak berdemo?!?

hmmm,…

*Blue Bird, armada transportasi/angkutan umum, di Bandung baru jenis taksi yang beroperasi

2 comments

  1. waalaaahh.. repot juga yah klo ampe demo kek gt. Klo ngga mo kalah ma blue bird, Kenapa mereka ngga berusaha meningkatkan pelayanan aja sih?!. Dari pada pengen tetep eksist tapi merugikan para konsumen dengan kualitas yang standar dan bisanya cuma koar-koar doank.. hee..he.. :))

  2. setuju ma mba dian ah…
    sbagai konsumen, siapa si yang ga mau dapet pelayanan baik?
    capek rasanya kalo naek taksi tapi masih kpanasan, argo ga ada, ga nyaman, blum lagi kalo sopirnya ngerokok…doh!
    beneran butuh perbaikan kualitas ni taksi2 bandung….
    bersaing gih sama blue bird…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s