Sebuah komentar saja

dalam pemaknaan sebuah hubungan yang mulai penuh dengan tanda cinta, akan terbentang banyak hal yang menjadi polemik-polemik yang berintrik dilematis. sebagian orang menganggap bahwa mencintai adalah sebuah keputusan yang harus diambil walau itu perih. Cinta dan rasa adalah dua hal yang berbeda, sangat berbeda. Sebuah cinta berarti rasa, rasa memiliki, rasa menyayangi, rasa rindu, rasa sepi, rasa indahnya sebuah lamunan panjang, rasa lamanya penantian, dan rasa untuk bisa dicintai. Sebuah rasa tidak akan selalu berarti cinta, rasa benci, rasa iri, rasa suka, dan rasa-rasa lainnya yang tidak akan pernah bisa disebutkan, karena cinta adalah sebuah pengejawantahan dari berbagai macam rasa.

Mencintai seseorang adalah sebuah kebutuhan yang tidak bisa diada-adakan, pun dihilangkan. Mencintai adalah kombinasi dari sebuah dilematis. Apakah itu sebuah pilihan atau sebuah kesempatan. Bagi Sahabatku yang jauh disana, mencintai seseorang adalah sebuah kesempatan yang dalam saat lain adalah sebuah pilihan. Bukankah mencintai itu atau menyayangi itu bukanlah sebuah rutinitas, melainkan ketulusan (dapet dari temen tadi malem :D).

“Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu
tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu
dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah
kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan
kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun
apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang
lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya
daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk
mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai
kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi
adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan
dari film yang Mungkin sangat tepat : “Nasib membawa
kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita
bagaimana membuat semuanya berhasil” Pasangan jiwa
bisa benar-benar ada.

Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang
diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang
padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin
Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan. “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s