aku menyayangimu, bukan untuk mengaturmu

Banyak kisah yang terjadi setelah kita mengikat sebuah komitmen dengan seseorang. Bahkan tak jarang komitmen itu pun kita pertanyakan keberadaannya, tapi apakah komitmen itu.

Aku sendiri mendefinisikan komitmen bagi diriku sebagai sebuah kesungguhan hati, untuk bisa menunaikan apa yang kita rencanakan dan kita jadikan sebagai sebuah tujuan. Komitmen, komunikasi dan kepercayaan, tiga hal itu yang selalu aku pegang selama aku menjalin sebuah hubungan dengan seseorang, siapapun dia, dan bagaimana bentuk hubungan yang ada.

Seandainya, satu dari tiga hal itu sudah tidak ada, entah apa yang akan menjadi alasan untuk mempertahankan semua hubungan yang sudah diawali dengan bunga-bunga harapan, janji-janji manis, dan mimpi-mimpi yang muluk belaka.

Jalani semuanya dengan ikhlas, tulus, tanpa perhitungan, dan saling memberi, memberi pengertian, memberi kasih dan memberi segalanya, selama itu halal dan tidak melanggar aturan, norma dan kaidah yang ada.

Menyayangi, bukan berarti menyatukan perbedaan, untuk kemudian saling memaksakan satu hal kepada pihak lain,
Menyayangi, bukan berarti membatasi, setiap orang memiliki hidup dan jalannya masing2 sebelum saling mengikat janji, biarkan ia mencapai mimpi dan goal yang ingin ia capai

jika aku boleh berharap, maka aku akan sangat berharap

aku menyayangimu, bukan untuk mengaturmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s