Hapeku, dari generasi ke generasi

Tidak dipungkiri jika keberadaan telepon seluler sedikit banyak mempengaruhi pola kehidupan yang begitu cepat berubah. Kebutuhan akan komunikasi tak terelakan lagi, di zaman yang canggih dan berteknologi tinggi yang terus berkembang semakin pesat. Dulu, handphone adalah barang yang sangat mahal, kalau liat orang pegang handphone rasanya gimana gitu, sekarang kondisinya sudah jauh berbeda, melihat orang yang tidak membawa handphone rasanya menjadi aneh sendiri. Aku sendiri, alhamdulillah sudah beberapa kali mengganti handphone-ku. Itu artinya sudah beberapa kali juga mengalami kerusakan dan kehilangan handphone. Berhubung lagi sedikit ada waktu senggang, istirahat dulu sejenak di balik tumpukan pekerjaan yang (alhamdulillah) lagi banyak-banyaknya, ku urai sedikit demi sedikit beberapa handphone yang pernah nongkrong di saku celana ini.

Ericson T18

HP pertamaku adalah T-18, sebuah handphone dengan model flip keluaran pabrikan Ericsson. Pertama kalinya punya handphone nggak pede rasanya, serasa orang penting, padahal punya HP karena jarang ada di rumah, sehingga panggilan dari kawan atau teman atau siapapun yang mencari tidak sulit lagi. HP ini tidak lama kumiliki, karena power antenna-nya kacau alias rusak padahal, waktu pakai masih dalam hitungan hari. Ini adalah harga yang harus dibayar karena telah membeli handphone second.

Nokia 3310

HP keduaku sebagai pengganti Ericsson yang kemudian ku jual ulang adalah Nokia 3310. HP ini dijuluki sebagai HP sejuta ummat, saking banyaknya orang yang menggunakan HP ini. Tapi tidak mengapa bagiku, bahkan aku sangat enjoy sekali menggunakan HP ini, tidak ribet, sangat mudah dikendalikan dan dioperasikan. HP ini kugunakan lebih dari 2 tahun, saking enak dan malas ganti lagi, selain tidak ada kekuatan finansial untuk membeli yang baru, hehehe. Sayang seribu sayang, ponsel yang paling aku sayangi (paling sering kebanting, ketinggalan, ke-injek) ini harus raib di perjalanan Jatinangor – Bandung, ketika pulang bimbingan hendak kembali ke kantor.

Sony Ericsson J200i

Si kecil nan imut keluaran dari Sony Ericcson kemudian menjadi penggantinya. Umur pakainya tidak lama, hanya 3 bulan. Hal ini karena fiturnya yang kurang, dan bentuknya yang terlalu kecil, sehingga seringkali ketinggalan baik di rumah, di kantor, dan di tempat lain. Anehnya, ia selalu kembali dan selalu ada yang mengembalikan. Thanks. Hingga pada akhirnya ku hibahkan pada kakak ku, dan hanya berumur satu minggu di tangannya. HP itu hilang.

Nokia 6670

HP yang sekarang aku pakai adalah Nokia 6670, sebuah ponsel kelas menengah yang memiliki fitur yang banyak, kecuali infrared. Ada kamera, kapasitas simpan yang lumayan besar, ditambah expandable memori yang kunaikkan hingga 256 MB. HP ini sudah digunakan lebih dari satu tahun, bahkan mendekati 2 tahun. Sama seperti yang kurasakan pada Nokia sebelumnya, setelah pakai Nokia, malas pakai yang lain. Abisnya keenakan sih, fitur banyak, operasinya mudah. Disamping HP utama ini, aku menggunakan hp yang lain untuk CDMA. yaitu Nokia 2115.

Nokia 2115

Nokia 2115 merupakan ponsel pertama yang kumiliki. Lagi-lagi ponsel ini tidak berumur lama, hanya dua minggu. Kusadari jika ponsel ini terjatuh dari saku jaketku ketika melintasi Bandung dengan kuda besi yang kumiliki. Tersadar ketika ia tak ada. Hiks.

Nokia 3155

Kebutuhan akan ponsel dengan jaringan CDMA menuntutku untuk membeli ponsel yang serupa, namun dengan pilihan model yang berbeda. Dengan niatan sedikit tampil agak beda dari ponselku yang selalu berbentuk batang, kecuali si T-18. Aku kembali melirik sebuah ponsel CDMA pabrikan Nokia. Kali ini modelnya Flip. N3155. Mudah-mudahan yang ini awet, dan tidak dipinjam maling lagi.

12 thoughts on “Hapeku, dari generasi ke generasi

  1. hahaha, Rul, hape kita kan sama T-18, mulai dari berburu sampai nyari fiturnya, sayangnya hape ane jauh lebih cepat dijual daripada punya ente.

  2. mas semua Hpnya dikoleksi kan atau dilepas keorang lain alias ” …. ” kalau bisa saya tarik kesimpulan si mas ini kayanya penggemar berat yang namanya ponsel nokia dan SE

  3. aku ingin kawan kawan memberikan komentar model HP yamg sedang berkembang apa model dan apa saja kegunaan HP tersebut (misal bisa kamera dll) aku penting lho buat penelitian

  4. kalau aku sekarang lagi interest sama HP yang sudah memliki teknologi HDSPA, selain bisa menikmati internet berkecepatan tinggi yang sudah pada digelar oleh para operator di Indonesia dapat juga berobservasi layanan kecepatan tinggi berteknologi mobile broadband

  5. 3155???? cepet jualll Pakmumpung dia baik-baik aja. Hiks, barusan saya ngabisin 250 rebu buat ngebenerin flipnya yang patah. Waktu itu saya beli 3 untuk temen2 saya hasilnya :
    setelah 1 tahun :
    1. Flip pecah,mati trus ngabisin 440 rebu di NPC
    2. Flip retak, sebelum dibenerin dah ilang
    3. Flip pecah, mati ngabisin 250rebu

    Saran saya si, jangan beli flipnya nokia kapokkk hiksπŸ˜€
    kok jd curhat yah

    @syif4
    nggak apa-apa, curhat di sini gratis kok
    kalau saya mah, asal saya suka
    kalau rusaknya karena dipake sih gpp, asal jangan rusak karena dibanting aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s