Musik Indonesia, Sekarat?!?

Semalam di ajak Pak Budi buat nonton beliau presentasi di Kementrian Riset dan Teknologi. Pak Budi mengusung topik digital entertainment dan korelasinya dengan perkembangan musik di Indonesia dengan judul “Hancurnya Musik Indonesia”, tema yang cukup menarik, selain karena musik adalah kebutuhan yang tidak dapat dihindari lagi, juga karena aku senang musik.

Di awal presentasi, diungkapkan bahwa musik adalah sebuah dunia dengan tingkat teknologi yang sangat tinggi. Bagaimana tidak, alat musik saja mau tidak mau harus menggunakan teknologi, walau teknologi sederhana. Lalu, bagaimana dengan mixing, show, tata ruangan, lampu ribuan voltase, sisi akustiknya, sound yang jernih, dan lain sebagainya. Sebuah paparan yang juga cukup membuka mata tentang teknologi yang terlibat dalam dunia musik.

Di sisi lain, teknologi yang mahal ini mengapa nyaris sekarat dunia industrinya, berapa banyak toko kaset yang gulung tikar, recording yang bangkrut, apa karena daya beli masyarakat yang turun, minat masyarakat akan musik yang turun, atau karena maraknya pembajakan? Beliau kemudian menjelaskan dengan sedikit panjang lebar, namun yang tertangkap hanya beberapa saja, salah satunya adalah fakta yang tengah terjadi bahwa ternyata ada perubahan pola bisnis yang tengah bergerak, ketika anak-anak SD saja sudah mengenal winamp, xmms, media player dan banyak player musik digital lainnya dan bukan lagi tape atau radio. Ada perubahan teknologi di sana, yang cenderung akan terus berkembang dan berkembang, wong masih SD saja sudah akrab dengan komputer. Lihatlah di sekitar kita, berapa banyak yang masih mencantelkan walkman di celana mereka, jika dibandingkan dengan mereka yang menggantungkan mp3 player di leher mereka, mana yang lebih banyak?

Perubahan teknologi yang kemudian menjadikan masalah-masalah bagi industri dan label, namun di sisi lain membuka kesempatan bagi para pengusaha (atau mereka yang punya ide membuat usaha), dari sanalah kemudian tercetus ide untuk melakukan penjualan lagu digital (dalam hal ini lagu dengan format MP3 secara legal, dan bukan sistem emperan, dimana hanya dengan kocek 5000 saja kita sudah bisa mendapatkan lagu2 dari album terbaru, tapi bajakan). Ide ini yang kemudian menyata menjadi sebuah toko musik digital (dbstore) yang bisa ditemui di Blitz Megaplex.

Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Pak Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman (biasa akrab dengan panggilan KK) dan dihadiri oleh banyak wartawan (kebanyakan mereka yang tergabung dalam milis Technomedia). Selain kalangan wartawan, juga dihadiri oleh Tim IndoCisc (saya sendiri, Pak Andika Triwidada, dan Yan), Blitz Megaplex (Pak David, the owner), tim dbstore (Imam, Aldi, dkk) dan kalangan lainnya. Pertemuan ini merupakan pertemuan yang dapat membuka awasan kita semua, bahwa terdapat kesempatan untuk mengurangi pembajakan terhadap karya musik Indonesia.

Berdasarkan survey yang dilakukan sebelumnya oleh Pak BR, banyak masyarakat yang mau membeli lagu pada kisaran harga 1.000 – 5.000 rupiah per-lagunya, harga ini tentu lebih murah dibandingkan beli CD-nya (kurang lebih sekitar 45.000/keping), tentunya sistem ketengan ini tidak mendapatkan respon 100% setuju dari para musisi. Ada beberapa seniman yang kurang setuju, hal ini disebabkan karena biasanya album mereka merupakan sebuah keutuhan (pak BR ambil contoh sebuah buku yang hanya ingin dibeli bagian 3 atau 4-nya saja).

Namun demikian, setidaknya ini merupakan salah satu jalan keluar yang bisa ditempuh untuk mengurangi pembajakan yang ada dan marak saat ini.

artikel terkait

Budi Rahardjo, Hancurnya Musik Indonesia
Perkembangan Teknologi Semakin Tolak Hak Cipta

2 comments

  1. pembajakan gampang banget, tinggal download² aja full album di internet.. yah sekarang tergantung masyarakat, apakah mengapresiasi artis dengan membeli album originalnya ataupun membeli tiket konsernya misalnya

  2. ya, niatannya sih seperti itu,
    mudah2an dengan apa yang dilakukan oleh pak Budi dan kawan-kawan, akan membawa sisi positif dalam pembelajaran masyarakat terhadap pengapresiasian sebuah karya musik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s