Ketika Prime dan McClane mengalahkan Harry Potter

Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari jum’at (13 Juli 2007), sesuai janji pada diri sendiri untuk memberikan sedikit hiburan pada tubuh yang sedikit kelelahan dan penat menggerus report kerjaan untuk klien. Untung saja report kali ini hanya memberikan dampak masuk angin saja, dan bukan penyakit pencernaan (sakit perut, maag, gejala typhus) seperti biasanya.

Kali ini, reporting punya tim yang solid dan enak, segregation of duty diterapkan sehingga bisa saling konsentrasi pada masing-masing bagian, walau beberapa diantaranya harus saling memberi umpan silang dan menanti. Makanan selalu tersedia, agar kebutuhan biologis senantiasa terjaga dan tidak kelaparan di saat-saat yang menentukan (deadline, red).

Sehari setelah laporan di-submit ke klien. Anggota tim pun berlibur, sementara aku masih ke kantor dulu, ngecek email takut-takut report yang dibuat ada masalah, dan lain sebagainya. Hingga siang tak ada satupun email yang masuk, sehingga bisa dikategorikan aman untuk refreshing sejenak, walaupun sebenarnya belum selesai hingga minggu depan, ketika disampaikan presentasi, dan perbaikan-perbaikan akan laporan yang diajukan.

Akhirnya, dipilihlah Blitz Megaplex untuk memenuhi keinginan yang sudah tak tertahan lagi. Ada banyak pilihan film sebenarnya, namun berdasarkan pertimbangan yang sudah dilakukan sebelumnya maka menu film yang dipilih ada beberapa, yaitu transformer, sebuah film yang menceritakan tentang robot. Sebuah karya dari steven spielberg, yang tentunya tidak akan mengecewakan. Itung-itung kembali ke masa kecil dulu, ada Optimus Prime, Bumble Bee, Jazz, versus Megatron. Wow keren. Dentuman bom, taburan peluru, serta benturan sesama besi menjadi sebuah kenikmatan tersendiri di kedua telinga.

Beres dari studio itu, langsung pindah ke studio di sebelahnya, menu berikutnya adalah menjadi saksi dari detective John McClane dalam kisah terbarunya die hard 4.0. Seperti biasa, aksi gila dari aktor kawakan bruce willis kerapkali membuat kita tercengang. Satu kelebihan Blitz Megaplex adalah audionya. Auditorium Blitz Megaplex mampu menghadirkan suara yang wow, keren banget lah. Seperti pada transformer, aksi heboh di film ini menghadirkan pula nuansa bunyi yang tidak kalah seru. Bom, desingan peluru, tabrakan, dan sebagainya. Kagak nyesel deh, nonton di sini (wah, jadi iklan nih).

Setelah marathon, ternyata harry potter kalah saingan. Paduan John McClane dan Optimus Prime menyedot waktu yang tidak sedikit. Mau nonton aksi Potter keburu malem. Mungkin kunjungan berikutnya deh.Β  Tulisannya jadi aneh, mohon maklum, ini kepala masih berat, mungkin kurang tidur.

Ketika Prime dan McClane mengalahkan Harry Potter

7 thoughts on “Ketika Prime dan McClane mengalahkan Harry Potter

  1. Rully says:

    @ynazda: kualitas audio di blitzmegaplex, ruar … biasa. dulu waktu istri lagi hamil, kami nungton film nicolas cage yang jadi tengkorak & naik morot berapi (lupa judulnya). saking bagusnya itu kualitas audio, kandungan istri saya langsung kontraksi.:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s