Waktu dan Toko Buku

Tadi siang, kebagian tugas untuk service AC salah satu armada Roisz-Trans (panggilan anak-anak kantor untuk kendaraan kepunyaan Pak Budi yang digunakan sebagai sarana transportasi internal PT Indo Cisc). Kebetulan AC-nya bermasalah, sementara kebutuhan akan sistem pendingin ini hukumnya kebutuhan primer, tanpa AC maka sepanjang perjalanan akan terasa gerah dan panas.

Armada Roisz Trans

Singkat cerita, setelah sekitar 2 jam di bengkel service, bereslah service-nya. Kemudian saya bayar biaya service-nya, akan tetapi, setelah dibayar, tak ada uang tersisa di dompet. Mau tidak mau, tujuan berikutnya adalah Anjungan Tunai Mandiri (atau lebih populer dengan istilah ATM) dari salah satu Bank Swasta Nasional di Indonesia. Sampai di ATM, antrian begitu banyak, padahal itu tengah hari (kurang lebih sekitar jam 1 siang), daripada ikutan ngantri, mendingan nunggu di Toko Buku BBC (Bandung Book Centre, cabang Palasari, yang memberikan diskon antara 20% -70%).

Masuk ke Toko Buku, serasa masuk ke toko mainan (untuk anak kecil), banyak sekali buku yang menarik, tiada terasa satu jam lebih berada di toko itu. Di akhir kunjungan 2 buah buku di bungkus untuk dibawa pulang (kebetulan bisa transaksi debit, jadi tidak perlu uang tunai). Melihat antrian sudah tidak ada, dengan leluasa melakukan transaksi di ATM. Keluar dari ATM, suhu udara sangat panas sekali. Baru sadar, ternyata di toko buku tersebut tersedia fasilitas pendingin ruangan, sehingga nyaman terasa.

Toko buku adalah salah satu tempat yang dapat digunakan untuk rekreasi, selain menambah koleksi bacaan juga menambah wawasan. Wawasan ini kita dapatkan selain dari buku yang dibeli, juga dari buku yang sempat dibaca di toko walau tidak kita beli. Hal ini dapat dilakukan karena tidak semua buku yang dipajang disegel, ada buku sampel yang dapat dibaca sepuasnya, sehingga sebelum melakukan pembelian sebuah buku, kita dapat membaca buku tersebut melalui buku sampel. Walau kerapkali setelah membaca buku sampel tersebut keinginan kita untuk membeli buku berubah (jadi tidak ingin beli) karena sudah tahu isi bukunya. Kegiatan membaca buku sampel tersebut menjadikan durasi waktu kunjungan kita ke Toko Buku tersebut semakin lama, karena semakin larut dalam buku-buku yang ada. Di Indonesia, toko buku cukup banyak, termasuk toko buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung. Namun, ukuran toko buku tersebut masih kalah jumlah koleksinya jika dibandingkan dengan toko buku internasional, seperti Kinokuniya atau Borders, di Indonesia baru ada Kinokuniya saja (kalau tidak salah di Grand Indonesia). Contoh lain toko buku dengan koleksi yang asik punya adalah QB Bookstore, biasanya toko buku ini kecil, namun koleksi bukunya unik-unik -tapi kebanyakan bukunya dalam bahasa inggris-.

Waktu dan toko buku, kalau masuk toko buku, jangan lupa batasi diri anda dengan waktu, kecuali sudah diniatkan mau berlama-lama (biasanya kalau tidak ada ide mau beli buku apa). Dua buku yang saya beli adalah Potret sehari-hari Imam Khomeini dan Sejarah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s.  Bukunya belum dibaca, walaupun ada buku sampel-nya. Tapi masih menanti giliran untuk dibaca, karena di rumah masih terdapat beberapa buku yang belum sempat dibaca.

10 comments

  1. Pertamax!
    Wah, terakhir beli buku kapan ya? Udah lama bangget. Terakhir beli buku itu (kalo gak salah) di Gunung Agung Ciwalk, beli buku CCNA.:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s