Tegalbuleud

Sebuah daerah di ujung Sukabumi, dimana deru air laut terdengar dengan sangat jelas ketika malam hari

Dahulu, waktu kecil (awal tahun 90-an) sempat liburan ke sana, dari terminal Sukabumi, masih harus pakai kendaraan sejenis Elf, kemudian mengarungi sungai yang panjang dengan sistem pengereman yang unik, diikuti dengan  ojek untuk kemudian disambung dengan jalan kaki. Pasokan listrik yang terbatas dari generator milik warga (hanya 20 watt per rumah) itu pun dengan jam tertentu (17.00 sore – 04.30 pagi esok harinya), sebuah televisi berukuran 14 inchi yang ditonton bersama-sama di lapangan kecamatan, atau hiburan layar tancep yang harus ditempuh dengan perjalanan kaki sepanjang 10 KM.

Sebuah perjalanan yang cukup panjang sekali. Ketika diceritakan kembali pada teman-teman, seolah kembali menyeruak ke bayang masa lalu. Sekarang, katanya sudah maju, sudah ada transportasi darat sehingga tidak perlu lagi lewat sungai, sudah ada listrik, sudah banyak TV, dan teknologi yang sudah mendarat di desa / kecamatan kecil itu.

Tegalbuleud

One thought on “Tegalbuleud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s