Ramadhan, Ladang Sinetron

Bulan Ramadhan sebagai bulan teristimewa bagi semua orang, bagi semua kalangan, tidak terkecuali bagi para produser, marketter, researcher, da’i, sineas, dan rumah produksi. Hal ini dikarenakan banyaknya tayangan-tayangan yang bernuansa religi akan tampil di banyak stasiun televisi. Baik swasta maupun yang hanya satu-satunya negeri TVRI, tentunya untuk meningkatkan rating dan iklan memperkuat nuansa Islami yang tercipta. Tayangan-tayangan tersebut beraneka ragam, mulai dari ceramah hingga sinetron dengan jam tayang yang sangat prima. Sebagai contoh, kita ambil tayangan sinetron yang begitu dimanjakan.

Alyssa Subandono

Alyssa Subandono pemeran utama dalam sinetron Aisyah (sinemart)

Sinetron memang begitu dimanjakan, bagaimana tidak, jika diperhatikan mulai dari kita masih tidur jam 02.30 pagi, sinetron-sinetron sudah mulai mengetuk pintu kamar untuk memberikan nuansa yang baru, padahal pada hari biasa mungkin hanya film-film lama dan usang yang ada (itu juga kalau tidak ada siaran sepakbola). Sejak dini hari kita sudah mendapatkan suguhan menarik, sedikit tersenyum terbahak-bahak atau bahkan menangis berdarah-darah (tergantung alur cerita yang kita ikuti). Contoh sinetron dengan jam tayang sepagi ini adalah Para Pencari Tuhan (1 jam setengah lho).

Untuk sinetron pagi, berdasarkan pengamatan penulis, tayangan ini sudah ada dari jam 7 pagi. Biasanya, sinetron yang ditayangkan pagi adalah sinetron ulangan dari bulan Ramadhan tahun yang lalu, daripada mengeluarkan biaya yang besar untuk membuat sinetron baru, lebih baik memanfaatkan sinetron yang sudah ada. Bahkan tidak jarang, sinetron yang ditayangkan adalah hasil pembelian dari stasiun televisi yang lain.

Untuk sinetron siang menuju sore, tepatnya jam 14.30 siang atau jam 15.00 siang soalnya kalau jam 15.30 – 16.30 itu jatahnya tayangan gossssip. Sinetron yang ditayangkan pada jam ini biasanya ditujukan untuk anak-anak, remaja, dan ibu-ibu yang lagi masak, seperti Kiamat sudah Dekat, si Entong, dan lain sebagainya.

Untuk sinetron berbuka puasa, disuguhkan sinetron dengan tingkat emosi yang cukup tinggi dan tepat sekali untuk kalangan remaja putri, dan ibu-ibu bahkan bapak-bapak juga ikut nonton karena nggak bisa pindah channel televisi. Jam buka puasa merupakan jam tayang yang sangat prima, atau dalam bahasa mutakhirnya prime-time, hal ini dikarenakan pada jam ini semua orang menyaksikan televisi. Tidak heran mengapa pada jam ini hampir semua stasuin televisi memiliki sinetron dengan kualitas yang tinggi, sebut saja Soleha, Sujudku, Keluargaku Harapanku, dan lain-lain.

Tidak sampai di sana, buat yang belum kebagian jatah nonton sinetron karena kemacetan atau baru pulang kerja setelah tarawih, masih ada beberapa sinetron tersisa, yang bernuansa ramadhan ada Aisyah, sinetron biasa yang jadwalnya digeser juga ada, Juwita jadi putri, atau film dubbing di Indosiar.

Jadi, sinetron mana yang akan anda pilih. Saya persilahkan untuk memilihnya, atau mau paralel alias ditonton semuanya. Kalau nonton sinetron terus, kapan ibadahnya. Padahal bulan ini kan bulan barokah (pertanyaan untuk diri sendiri, yang juga suka nonton sinetron sebagai dampak kekalahan atas remote televisi yang dikuasai sang bunda)

image-source

8 comments

  1. Edun analisis pengamat sinetron Roisz Punjabi ini:mrgreen: Belakangan saya hanya pernah nonton Si Entong dan Para Pencari Tuhan, bos.

    Tayangan televisi ini ibarat dua sisi mata uang. Selain memiliki manfaat yang banyak, tayangan lacar kaca diakui memiliki dampak buruk yang dapat membahayakan, terutama bagi anak-anak.

    Hal tersebut pernah saya kupas dalam artikel di : http://mohamadindra.blogspot.com/2006/04/quo-vadis-televisi-kita.html

    @indrakh
    betul sekali apa yang dikatakan mang indra
    memang, televisi kita rada memprihatinkan

  2. Oh ternyata itu ttho yang namanya Alyssa Subandono. Manis juga. Tapi cantik-an Sherina ah😉

    Aku bukan termasuk penikmat TV Is. Informasi yang ditampilkan di TV cenderung bersifat acak. Sudah banyak kritikan akan TV. Salah satu yang aku ingat ditulis oleh Neil Postman.

  3. Menyebalkan melihat tayangan sinetron di berbagai saluran televisi kita. Rasanya sudah banyak orang yang mengkritik sampai berbusa-busa kali tapi tetap aja ndak ada kemajuan. Kasihan generasi penerus bangsa ini kalau disuguhin film-film yang nggak mendidik seperti itu.

  4. walah….walah. TV emang setan dalam bentuk tabung!!!! hampir ga ada baiknya untuk pembentukan moral anak-anak kita. Apa mereka yang punya kapasitas untuk ngurus masalah ini emang ga tahu ato gam mau tahu??????????

  5. km sekarang di film apa nich?????? kpn2 aku kan nonton km dech???

    tapi ada 5 syarat yaitu:

    1.km merit ama eric

    2.km putusin evan

    3.km harus menerutin apa kata ba tasya

    4.km harus ngasih tau zodik km,tanggal lahir km,bulan km,dan tahun km

    5.km ngasih tau rumah km dimana oke,ngasih tau no telpon hp,telpon rumah,dan alamat km oke

    dan selamat gong xi fachoy dan aku minta ampoy nya ya ci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s