Fetussaga

Jangan pernah remehin anak kecil, biarpun masih dalam kandungan

Sebenarnya bukan itu pesan moral yang dituliskan oleh sang penovel Mang Jamal (yang kerap dipanggil MJ).

“Luar Biasa, Excelent”. Itulah kalimat pertama yang muncul dari bibirku (dengan diiringi senyum puas) ketika tiba di halaman terakhir novel ini, tadi malam di sebuah gerbong kereta api. Sebuah novel dengan kisah tak biasa. Fetussaga.

Cover Novel Fetussaga MJ

Novel Fetussaga Mang Jamal

Novel ini kudapatkan dari Mang Jamal kala menghadiri sebuah rangkaian acara silaturahmi (Halal bi Halal) Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSNET). Novel yang cukup membuai dan sempat membawa kita terbang liar menyusuri sebuah alam lain yang pernah kita alami, namun tak dapat kita bayangkan.Dengan bahasanya Mang Jamal sangat -lebih dari sekedar- mampu menuturkan kisah (saga) yang dialami oleh seorang janin (fetus) yang dalam cerita ini merupakan keturunan dari Prabu Wastu Kancana. Novel ini menguak kisah persahabatan antara sang janin dengan makhluk alam ghaib, baik berupa siluman, senjata pusaka (kujang), bahkan perjalanan lintasan alam dimensi seperti dalam film startrex ataupun kisah di zaman lain.

Novel ini tidak berisi kisah yang mengharubiru, atau sedih tak tertahankan, novel ini bertutur begitu natural, ditambah dengan narasi -juga deskripsi- yang tertutur begitu adanya. Tak jarang, sedikit sunggingan senyum, bahkan gelakan tawa akan menjadi pengalaman tersendiri ketika mengikuti kisah sang janin yang terlalu banyak bertanya, sementara sang sahabat -para siluman- menjawab dengan sekenanya. Namun demikian, jawaban sekenanya yang diberikan para sahabat sebenarnya mengandung unsur pengetahuan yang dalam (yang bahkan belum pernah saya dapatkan).

Kisah yang menarik, tuturan yang membuai, dalam balutan bahasa yang sederhana dan seadanya. Mang Jamal tidak menulis novel ini dalam bahasa sastra yang sangat sulit dipahami orang biasa, siapa saja akan mampu mencerna dan terbang bersama khayalan mang jamal dalam tautan kisah yang beraneka warna.

Begitu banyak injeksi dan transfer pengetahuan budaya lokal sunda (khususnya Ciamis) yang Mang Jamal suguhkan. Tentu saja, bagi saya yang orang Sunda, hal itu menambah pengetahuan dan khasanah lain dalam memandang budaya suku saya sendiri. Selain itu, kisah sang ayah janin yang juga seorang seniman (dan banyak profesi lainnya selain tukang mancing), memberikan banyak informasi mengenai dunianya, arsitek, seni, dan lain sebagainya.

Tutur yang begitu jujur, dan jenaka memberikan nilai tambah, ide cerita yang berjalan normal dan tidak dibuat-buat membuat kita akan terus ketagihan untuk tidak melewatkan bahkan satu halaman pun. Cukup mencerminkan kepribadian Mang Jamal yang memang periang dan jenaka. (punten mang)

Tanda tangan MJ

Goresan tangan Mang Jamal di Halaman Pertama

Sebagai seorang yang buta akan novel, dan hanya bisa membaca novel ringan, saya menyarankan anda sekalian untuk iseng (untuk tidak mengatakannya memaksa :D) membacanya. InsyaAllah novel ini akan memberikan pengalaman lain (bahkan mungkin pengalaman batin), atau pengetahuan tentang apa yang dirasakan oleh sang Bayi dalam kandungan seorang ibu.

Subhanallah, mudah2an novel-novel Mang Jamal lainnya tidak kalah menariknya. Terus menulis mang, saya menantikan karya-karya yang lainnya.

Untuk Mang Jamal, kalau ketemu sama Mang Juhe, saya titip salam. hehehe

Next Novel : Epigram (Mang Jamal) , Dong Mu ( Mang Jamal), Sang Pemimpi (Andrea Hirata), Edensor (Andrea Hirata)

Fetussaga

2 thoughts on “Fetussaga

  1. Kang, mun ka Cyber eta novel candak nya, abi rek nambut.😀

    @idud
    tapi ngantri nya😀
    tos aya nu ngantri oge,…
    kang, mun saya ka cyber urang ngariung di cafe handap lah, jeung si Santa Rupa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s