Saya hanya sedikit kecewa,…

Biarpun badan masih agak sedikit lelah, namun ingin rasanya membariskan beberapa huruf agar bisa dibaca esok pagi. Singkat cerita, perjalanan Bandung – Jakarta dengan menggunakan travel hari ini mengundang kekecewaan (dalam bahasa gaulnya ‘gendok‘). Manajemen travel yang telah berjanji akan mengantarkan kami ke tempat tujuan, ternyata tidak dapat dipenuhi karena ketidaksabaran sang sopir.

Begini ceritanya, malam ini kami (saya, BR, Yan, dan Indra) berangkat ke Jakarta untuk keperluan bisnis esok pagi. Kami memutuskan menggunakan sebuah layanan transportasi yang biasa melayani rute Bandung – Jakarta. Jumlah kami totalnya 4 orang, yang berarti lebih dari separuh total jenderal penumpang layanan ini yang hanya 7 orang, membuat saya berinisiatif untuk menanyakan apakah kami bisa diantar hingga lokasi atau tidak. Mengingat jarak antara point dengan tujuan kami tidak jauh. Ternyata, tujuan kami termasuk di dalam jalur trayek, sehingga tidak menjadi masalah dan kami bisa diantarkan hingga ke lokasi, dengan syarat armada tersebut singgah dulu ke lokasi kontrol, selain itu kami juga merupakan penumpang terakhir dan armada tidak harus sampai di akhir trayek karena tidak ada penumpang ke arah sana (grogol). Sebelum berangkat, salah satu rekan kami (Indra) memastikan pada manajemen (alias tukang catat tiket) untuk memastikan bahwa kami bisa diantarkan ke lokasi, hingga akhirnya Indra diantarkan olehnya ke supir untuk ditekankan bahwa kami minta diantar ke tempat.

Tak disangka tak dinyana, tiba dilokasi kami diturunkan di jalan dengan alasan armada tidak bisa mengantar hingga tujuan (karena kebijakannya adalah point to point). Gendok-nya lagi, kami diturunkan sekitar 50 meter dari lokasi. Akhirnya kami harus berjalan kaki, lebih gendok-nya lagi, armada tersebut berputar arah, yang berarti melewati tempat tujuan kami.

Dalam hati, saya hanya bisa menggerutu saja, janji manajemen tidak dapat dipenuhi hanya karena faktor pelaksana layanan di lapangan. Sebenarnya saya sendiri tidak memaksakan harus diantarkan ke lokasi, namun karena tujuan saya berada di satu jalur, dan tidak mengganggu yang lain (dan tentunya dengan sepengetahuan manajemen), saya rasa bisa direalisasikan, hitung-hitung layanan tambahan. Dan jika sampai terlaksana, dua bahkan empat jempol akan saya berikan pada armada ini. Tidak hanya itu saja, tips tambahan akan saya berikan pada sang sopir yang berkenan mengantarkan kami tiba di tujuan.

Koordinasi yang kurang, dan ketidaksabaran sang sopir membuat saya harus menghela nafas agak panjang, dengan perasaan gendok dan kesal yang tiada terkira. Perasaan kesal membuat saya berucap “mun teu kapaksa-paksa teuing jeung kabagian nu lian mah, isukan moal naek deui travel nu ieu” (kalau tidak terpaksa banget dan masih kebagian travel yang lain, besok-besok saya nggak akan naik travel yang ini).

nb. sebenarnya ingin saya tulis nama travelnya, tapi apa daya, nanti saja jika kekecewaan saya berulang, sok lah dihampura da lain salah travelna tapi supirna nu teu sabaran jeung kasar mawa mobilna.

5 comments

  1. sebutin aja is travelnya,biar jadi perhatian buat calon penumpang:)

    @triyo
    ah, nanti saja
    kalau kekecewaannya berulang, takutnya malah emang supirnya bener2 g tau

  2. Sekarang travel BDG-JKT-BDG banyak banget mas, jadi besok-besok jangan pake travel itu lagi … tulis aja di media, biar semua orang tahu dan dia gak gitu lagi. Cari pahala nyelamitin rasa kecewa orang lain🙂

    -Ade-

    @ade
    biar nanti diomongin/dikeluhkan ke management-nya dulu aja
    jangan main media dulu ah, biar enak ke dua-duanya,
    baik penyedia jasa, juga konsumen

  3. Supirnya gak sabaran. Padahal kalau dia mau sabar sedikit saja, kami kan sudah nyiapin tips. Karena dia mengecewakan ya wis bablas itu tips.

    Masukan buat transporter: tolong tingkatkan lagi kualitas pengemudinya, deh, sayang kualitas travel anda yang menurut saya sudah oke jadi sedikit ternoda.

    @indra kh
    betul sekali kang indra,
    wah, sebut merk nih beliau
    liputan transporter IKH

  4. Wah kalau kasus kayak gitu harus dikasih pelajaran tuh Travel nya….
    Kebaikan Setahun bisa jadi Hilang karena keburukan sehari…


    @indra1082
    benar sekali mas Indra
    sayang, padahal reputasi travel ini di internal perusahaan kami cukup bagus
    sehingga merupakan travel alternatif jika tidak kebagian travel yang satu lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s