GIGI

Ini bukan tentang GIGI band terkenal dari Bandung, tapi ini tentang GIGI yang biasa juga disebut HUNTU dalam bahasa Sunda.
Barusan ngobrol sama Ibu Dian, tentang operasi gigi anaknya yang jatuh dan giginya mengalami sedikit gangguan. Teringat pada cerita sepupu saya yang usianya sekitar 30an. Dia harus mengganti giginya menjadi gigi palsu sebanyak 5 atau 6 gigi. Padahal awalnya sepele.

Sepupu saya terjatuh, dan gigi taringnya patah. Lama berselang, gigi tersebut sering kali terasa sakit. Akhirnya diputuskan berangkat ke dokter gigi. Setelah diperiksa ternyata gigi taringnya sudah mati, dan harus diberikan treatment tertentu agar tidak menyebar. Dari sinilah semua masalah berawal. Ternyata gigi taring yang bawah sudah mati duluan, dan syarafnya sudah mati.

Entah memang sudah harus begitu, atau karena ketidaktahuan dia, ternyata matinya gigi tersebut merambat ke gigi-gigi yang ada di sebelahnya. Sehingga ada 5 sampai 6 gigi bermasalah. Eksekusi yang harus dilakukan saat itu adalah dicabut, daripada gigi yang lain terkena juga. Karena sudah kelamaan mungkin.

Sekarang, sepupu saya pakai 5-6 gig palsu, yang terpasang seperti behel atau kawat gigi. Kalau tidak dipasang akan berpengaruh pada tampilan dan bentuk muka. Satu hal yang selalu dia tanyakan pada kami ketika berkumpul bersama. “siapa yang bisa sikat gigi sambil ngobrol, minum, dan tertawa, kadang2 makan juga?”

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s