lebaran, nothing special just a lil bit cry

di akhir penghujung ramadhan ini, lebaran kembali datang menyapa. riuh sukacita orang mengagungkan takbir, merayakan hari kemenangan, hari kemenangan yang terasa semu olehku.

ramadhan ini rasanya tidak seindah ramadhan yang telah lalu buatku. walau puasaku penuh secara lahir, namun terasa hampa secara bathin. keyakinan akan kekuatan berpuasa tidak terserap secara maksimal. apa boleh dikata itu yang terasa.

ramadhan kali ini juga memberikan pelajaran berat buatku. ada kisah terbunuhnya banyak orang atas pembagian zakat yang tidak dilakukan secara sistematis dan prosedural, orang kota bilang professional. ada kisah meninggalnya mereka yang kecelakaan di jalur mudik, sebuah perjalanan suka cita bertemu dengan sanak keluarga.

lebaran kali ini, hampa rasanya. tidak ada baju baru, tidak ada celana baru, tidak ada sarung baru, dan lain sebagainya. sebenarnya, ada juga baju baru, celana baru, namun sudah pernah saya pakai. sengaja, agar barunya hati ini tidak diukur dari barunya busana yang dikenakan. saat baru bisa tahun ini, sementara rekan-rekan yang lain sudah menyadari ini semenjak mereka masih kecil.

lebaran kali ini, nothing special. hanya runtuan kebiasaan saja yang mengalir bagaikan air. takbir malam itu terasa cengang, lenglang, terasa hambar tanpa makna. mungkin iman saya berada dalam posisi jongkok kali ini. dosa yang bertaburan dan berhamburan laksana air hujan yang tertumpah ruah dari atas langit menutupi mata hati ini untuk mengakui keagunganMu ya Rabb.

hanya sayup dendang manis, lagu rohani yang kemudian mampu memecah keheningan panjang yang dirasakan. hampa, merasa benar adanya, merasa yakin adanya, merasa Tuhan tidak adil, merasa kasih Tuhan hanya ada untuk mereka yang suci dan bersih. ampunkan diriku, ya Allah.

hanya ketika bulan ramadhan itu berlalu, hati merasa begitu kehilangan, sangat. kesempatan itu telah aku lewatkan tanpa aku tahu bahwa apakah masih ada kesempatan di masa yang akan datang, bercengkerama bersama ramadhan, memadu kasih dan kisah yang hanya aku dan Dia saja yang tahu. hanya mampu menahan tetesan air mata yang mengalir, membuat alir sungai kecil di balik temaram lampu yang menyinari antara aku dan sajadah bututku,…

lebaran, nothing special just a lil bit cry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s