premium, harganya apakah turun signifikan atau tidak?

harga minyak yang turun naik, dan kini yang cenderung turun rasanya kurang ditanggapi dengan cepat oleh pemerintah. berbeda halnya ketika harga minyak merembet naik, satu dollar saja peningkatannya, maka semua perhatian tertuju ke sana. tapi ketika turun, bahkan mencapai sepuluh dollar pun rasanya tak usah dihiraukan. di negeri seberang sana, sebut saja Malaysia. harga minyak yang turun direspon dengan manis oleh pemerintah. pemerintahnya menurunkan harga minyaknya sebagai bentuk konsekuensi harga minyak dunia yang turun. rakyat bisa merasakan harga minyak yang sesuai dengan harga di pasaran. di negeri ini, sebut saja Indonesia. harga minyak yang turun hinggal lebih dari 30 dollar per barrel hanya dilewatlalukan saja. harga pertamax turun, sampai ke level 7.000 harga pertamax plus turun hingga ke level 7.300 rupiah per liternya.

pertanyaan baru muncul, kenapa mesti pertamax dan pertamax plus yang turun, padahal konsumen kedua bahan bakar di atas adalah kalangan mampu dengan mobil kelas menengah hingga kelas mewah. menurut hemat saya yang seharusnya diturunkan adalah premium, dimana angkot, angkutan sayur, ojek, dan mobil-mobil yang tidak sehebat accord, crv, bmw, mersi, volvo, extrail, terrano, lexus, peugeot, frontier, fortuner, strada triton, dan serangkaian mobil mewah lainnya (bahkan beberapa lama ini saya sudah mulai lihat humpee berkeliaran di Bandung). hebat memang, bangsa ini semakin ragam. tapi tenang saja, yang jalan kaki masih banyak kok.

kembali ke masalah minyak. apa penurunan yang dilakukan pemerintah tidak berkebalikan dengan kebijakan yang ada. dulu katanya, harga minyak itu tinggi karena subsidinya dialihkan ke yang lain, pendidikan misalnya, tapi kenapa masih ada sekolah yang rubuh, kelas yang bocor, dan siswa yang tak bersepatu, tak berbuku, bahkan tak berseragam. mungkin ke infrastruktur, tapi jalanan berlubang masih ditemukan, perangkat lalu lintas masih sering belum ada, bahkan traffic light di beberapa lokasi masih sering mati. atau mungkin untuk kesejahteraan sosial, hanya saja mungkin yang ini belum sampai, masih banyak kok rakyat miskin yang masih saja miskin. jangankan punya humpee, mungkin humpee saja mereka tidak tahu, karena tidak pernah nonton tivi.

saya akui, di beberapa sisi pemerintah cukup memberikan hasil, para koruptor yang sudah ditangkap, bahkan di-film-kan segala. pembangunan yang pesat, jalan yang bagus (hanya kalau mau dilalui oleh RI-1, RI-2, dan RI dengan 2 angka dibelakangnya), kalau hanya untuk angkot mah lubang dikit wajar lah, angkot jarang protes urusan lubang jalan, kalau urusan rebutan trayek dan tarif yang kurang tinggi (bahkan yang sudah tinggi pun lebih ditinggikan, dengan alasan menjerat sesama rakyat cilik tingginya harga minyak). mungkin buat mereka, harga premium nggak usah turun laaaah, cukup saja segitu, nanti ongkos akan turun.

ketika premium hanya turun 500 rupiah sajah perliternya (jangan mimpi premium jadi tiga rebu perak, isz), akankah ongkos angkutan turun, sehingga harga-harga yang sudah bertengger di kumulus sana mau kembali turun ke dahan pohon, atau bahkan menginjak tanah lagi? akankah sang pendatang baru, si krisis global tidak menambah rumit permasalahan? ataukah si dollar masih dengan arogansinya tidak mau turun lagi?

berikan kami kemudahan wahai para pemimpin, semoga mendapatkan hidayah dan kemudahan dalam melaksanakan tugas, tidak tergoda uang yang bukan hak, dan kepentingan yang tidak berpihak pada rakyat.

hanyawaktuyangbisamenjawabnya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s