zara,…

namamu masih melekat di ingatku
kala pertama kali kita bertemu
dulu
di balik pintu bambu

kini kau tumbuh bersama bayangan
tapi dirimu tak pernah lekang bersamanya
matahari besarkan dirimu dalam kasihnya
berlari bersama arakan awan yang bertebar sayang

dewasa,
itu yang membuatmu kini semakin kurindukan
walau aku tak pernah tahu seperti apa rupamu
lekuk tubuhmu, tutur sapamu,
mungkin hanya Tuhan yang tahu

zara azkia …
seperti apa dirimu kelak
karena aku tak tahu
apakah aku mampu melihat dirimu
apakah aku masih punya waktu
selantas kemudian, aku melihat seseorang memakai panggilanmu sebagai nama benda kesayangannya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s