bersih itu milik kamu, saya, dan kita

sebuah kata mutiara bermakna tinggi ‘an-nazhaafatu minal iimaan’ atau jika diartikan ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’. sedangkan bagi saya sebagai umat muslim, maka saya akan berpegang teguh pada hadits nabi yang berbunyi ‘Ath-thahuuru syatrul iimaan'(1) atau yang berarti ‘bersuci [thaharah] adalah setengah daripada iman’, yang bermakna menjaga kebersihan dan kesucian kita dari najis dan segala macam hal yang akan menjauhkan kita dari keadaan suci.

bersih adalah sebuah kalimat sederhana yang harus dilarapkan, jangan berbicara dulu tentang bersih hati. bersih lingkungan dan bersih diri itu adalah modal dasar sebelum ke dalam hati.

bersih adalah milik semua orang, menjaga kebersihan adalah kebutuhan semua orang. bagaimana bisa kita sehat jika lingkungan sekitar kita tidak sehat, tidak ada yang sehat.

bagaimana mungkin kita dapat beraktivitas secara maksimal, jika kita sakit dan atau tidak berada dalam kondisi fit. runut hingga ke akar, maka akan ditemukan jawaban yang berbunyi ‘bersih’. bakteri, virus, dsb berada dalam lingkungan tidak bersih.

pertanyaan yang menarik dan muncul adalah “apakah kita sudah cukup bersih?” dan “apakah kita sudah menjaga kebersihan?”

(1) Hadits itu adalah sabda Nabi SAW yang berbunyi,”Ath-thahuuru syatrul iimaan…” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi) (Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Ash-Shaghir, II/57; Imam Al-Qazwini, Bingkisan Seberkas 77 Cabang Iman (Terj. Mukhtashar Syu’abul Iman Li Al-Imam Baihaqi), hal. 66-67).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s