saya, Tuhan, dan pilihan

kita bisa saja berkata tidak pada masa lalu, namun tidak ada pilihan lain selain mengatakan ya pada saat ini.

sering kali pilihan tidak membuat hidup menjadi lebih mudah untuk dihadapi, tidak jarang pilihanlah yang membuat kita merasa tidak berguna diantara harapan yang terserak. pilihan kerap kali membuat kita mati langkah, seolah tiada pernah bisa menentukan pilihan dengan opsi win-win solution. mengambil keputusan kemudian menjadikan hidup ini semkin menarik, antara bisa dan tidak, antara ikhlas dan terpaksa, kesemuanya itu menjadi sebuah kesimpulan yang akan selalu mengikat kita atas pilihan yang ditentukan.

saya salut dengan para decission maker yang bisa memberikan kontribusi besar dalam hidupnya, juga di dalam hidup orang lain atas pilihan yang ia ambil. walaupun di balik itu, saya lebih menyadari bahwa Tuhan lah yang memilihkan pilihan itu untuk kita. lantas, untuk apa kita memilih jika sudah dipilihkan Tuhan. itu adalah bentuk sayang Tuhan atas hidup kita dengan menciptakan skenario kehidupan berdasarkan pilihan yang kita ambil.

2 thoughts on “saya, Tuhan, dan pilihan

  1. Tuhan tidak otoriter memberi pilihan tapi telah menentukan pilihan. Tuhan menciptakan akal untuk membantu kita dalam memilih, jika masih ragu maka mohonlah melalui istikharoh..*halah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s