apakah ada bedanya?

mungkin kali ini saya kembali ke titik nadir, titik nol.
serasa tidak merasakan diri saya berada di mana, di sini, di tempat ini, atau ditempat lain yang jauh sekali.
entah mengapa, dan apa penyebabnya, saya sendiri tidak tahu. rasa malas ini begitu melekat hingga ke sumsum tulang belakang. bergerak enggan, tak bergerak tak ada pilihan lain.
saya yang terlalu perasa, atau karena cuaca.
saya yang terlanjur polos, atau saya yang bodoh.
saya tidak bisa menikmati dengan jujur akan nikmat yang saya dapatkan dariMu.
saya tidak bisa berjalan, sementara saya harus berlari.
saya begitu tidak menikmati kondisi ini.
tekanankah?
stresskah?
atau keinginan yang terbentur pada ketidakmampuan diri?

wow,…

rasanya ini bukan saya,…
lalu siapa?!?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s