Positif,… Ada dimana-mana

Minggu ini banyak sekali hal positif yang mampir.Ā  Ada kisah asmara yang pastinya akan melegenda, antara seorang BJ Habibie dengan istrinya, ibu Ainun (alm). Kisah panjang yang begitu manis untuk diperbicangkan, yang menarik untuk selalu diikuti, begitu indah untuk dikenangkan, dan begitu patut untuk diteladani.

Hal positif yang kedua adalah lagu-lagu yang saya dengar minggu ini didominasi oleh lagu mengenai kesetiaan, mulai dari kesetiaan menanti sang kekasih, hingga pengharapan cinta seumur hidup (sehidup semati kalau penyanyi bilang).

Hal positif yang ketiga adalah salah satu tahapan ujian yang harus saya lalui. Saya tidak berhasil pada kesempatan pertama, itu sebuah pukulan telak bagi saya yang terlalu menggadang-gadangkan keberhasilan yang akan saya rengkuh. Ternyata, kegagalan yang saya peluk. Ini sebuah teguran, musibah, atau bahkan hukuman yang Dia berikan untuk saya. Kemudian saya hanya bisa menangis, sebelum menangis, Bapak memegang kedua pundak ini, dan berkata “sing sabar (yang sabar, red”. Sungguh ajaib, itu adalah kalimat manis yang jarang menghampiri saya dari beliau, beliau adalah orang yang terbilang ‘no comment’ person, sedangkan kini beliau memberikan comment yang begitu melegakan, padahal saya sudah berkeluarga, sudah memberikan seorang cucu yang insyaAllah soleh dan ganteng untuknya. Kembali ke ujian. Saya merasa bahwa ujian kali ini akan terasa lebih berat. Tapi nyatanya tidak. Tidak dalam artian bahwa saya sudah merasa mengikhlaskan hasilnya kepada Allah, sedangkan dari sisi usaha, saya berusaha lebih daripada ujian sebelumnya. Mendalami materi (walaupun terbilang masih sangat dangkal), mencoba mengingat-ingat konsep dasarnya, dan sebagainya. Begitu pula ketika wawancara, saya merasa ikhlas jika akan dihabisi, ditanya segala macam dan sebagainya. Tapi keikhlasan (dalam pandangan saya) dijawab langsung oleh Allah. Pewawancara masih mengingat saya dengan benar, tidak melihat riwayat pendidikan, hanya nilai-nilai saja secara sekilas seraya berucap “saya familiar dengan anda, dan saya merasa bahwa catatan akademik anda cukup baik”. Tidak lebih dari 3 menit saja untuk mengobati ketegangan yang menghampiri selama hampir dua jam setelah saya tahu bahwa beliau ada pewawancara yang akan saya hadapi. Jujur saja, saya merasa sedikit deg-degan menghadapi beliau. Kini, saya hanya menunggu hasil dari ujian yang saya lalui kemarin.

Hal positif yang keempat adalah status dari Abang Eddy yang selalu mengingatkan bahwa kita harus selalu bersyukur. Amin. Terima Kasih.

One comment

  1. Eh Bapak bisa bahasa Jawa tho Is? Tenang Is, tetap semangat! Ditunggu kabar pengumumannya.

    Jadi yang wawancara orangnya sama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s