hujan tak kunjung reda,…

Diorama dalam cinta tak bernada,…

bulan sabit itu, dialah saksi ketika aku beranjak pergi. menyusuri trotoar hati, menyingkap peti mati. menghampiri kuburan yang ku gali dengan kedua tanganku sendiri.

gerimis yang tak pernah reda, membiarkan aroma tanah tercium dan terbang ke udara, bersatu bersama bau tubuhmu, yang kupeluk erat dalam buaian tangisan senja.

masih di sini, tak beranjak hingga tak berjarak, tak bergeser walau hanya satu meter, bahkan ku tak berpindah walau hanya satu langkah. di sini, tempat ketika aku bersama bayangmu
.
pembicaraan kita hanya sesekali disela oleh pemirsa mereka yang bahkan tidak tahu siapa kita, kebiasaan kita, bahkan menu makanan yang biasa kita santap di malam gelap.

jika memang harus hanya sampai di sini, hanya sampai titik ini, aku rela melepasmu, rela ditinggalkanmu,… hanya satu pintaku,…
tolong kau bayarkan nasi goreng yang ku pesan baru saja,…

Posted with WordPress for BlackBerry.

hujan tak kunjung reda,…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s