menghampiri titik nol

Alhamdulillah, mudik juga. Kalau minjam istilah mang jamal, Mudik, back to udik when our humble life was started. Padahal saya mudik ke kampung halaman istri.

Ajang mudik kali ini sengaja saya dahulukan kepergiannya, saya izin cuti ke kantor. Sejenak melepaskan penat, dan menarik nafas yang cukup panjang untuk kegelisahan saya yang tidak kurang panjangnya.

Maaf, saya merasa jenuh dengan hidup saya sendiri. Terlihat sarkas dan kasar memang, tapi itu yang saya rasakan. Seolah hanya menjadi bagian dari rutinitas saja, kantor kampus rumah seperti itu setiap hari. Banyak agenda yang terpaksa harus saya delay, karena kesulitan mendongkrak mood yang cenderung turun duluan. Harus secepatnya mencari tujuan dan target baru untuk dikejar, memanaskan kembali tungku semangat yang sudah mulai redup sedu sedan itu.

Well, I need time for myself. Mungkin itu jawabannya. Sejenak berlari dari kehidupan nyata yang super hectic, untuk memacu kecepatan yang luar biasa super di esok harinya. Membiarkan hati ini menyelami bagian terdalam yang sudah saya acuhkan atas keegoisan dan ambisi untuk menaklukan dunia (lebay deh).

saatnya reorganize the engine, got some fuel, then go!!!

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s