sayup rindu

lampu-lampu berkelipan
merah, kuning, putih, bertebaran di arak daratan

di atas, nampak bintang sendirian
sedangkan taburan lainnya ada di seberang
pertanda malam ini tak akan turun hujan

dimana dirimu,
ketika rindu membuncah memecah sendu
ketika hembus bayu meniup syahdu

aku terketuk
aku terhentak
aku terjerembab, jatuh, menyuksruk tanah
terbangun berlumur noda
berdiri tanpa mampu menopang  dada

remuk, redam,
bintang tersenyum manja dalam buaian air mata
pipi tergenang, sesaat sebelum terpejam

menutup mata,
menanti hari esok
menanti mentari
yang semoga tak pernah pergi

sayup rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s