berbagi di Akademi Berbagi

berbagi bikin hepi, …

Setelah rehat selama kurang lebih satu bulan karena injury, ini adalah kegiatan komunitas yang kembali saya sambangi. Sebuah kelas di Akademi Berbagi. Apa itu akademi berbagi? silahkan cek saja langsung di rumahnya🙂

Konsep akademi berbagi itu sangat sederhana, setidaknya ini yang bisa saya tangkap. Ada guru, ada murid, maka ada kelas. Materi kelas tentunya bukan materi seperti biasa, dan metode yang digunakan juga bukanlah metode pedagogi. Berbagi, itu adalah kata dasarnya dan prinsip dasar dari komunitas ini. Akademi berbagi di Bandung, ditangani oleh akun twitter @akberbdg yang merupakan bagian dari @akber secara global di Indonesia.

Back to Class, guys

Kelas kemarin mengetengahkan materi tentang Fashion, yang dibawakan oleh sang guru Ira Khoerunnisa ‏- @iyaaiueo -. Salah seorang penggiat fashion di Bandung. Tema kelas kemarin adalah “Behind Fashion Trend“.

Kelas Akber Behind Fashion Trend
Kelas Akber “Behind Fashion Trend

Perkembangan mode/fashion sebenarnya sudah ada sejak berabad-abad lalu, tidak beda dengan sekarang. Fashion menunjukkan kelas sosial, hanya saja zaman dahulu sangat mencolok. Abad 15-16 dipengaruhi oleh gaya-gaya rok besar, yang ternyata di dalamnya pakai rangka, mirip seperti kurungan ayam. Untuk menggunakannya saja diperlukan bantuan dari para maid yang lebih dari 1 orang. Abad 17 dipengaruhi oleh model-model kerah lebar yang dikenal dengan “Victorian”.

Pada abad ke-18 muncullah tokoh Maria Antoinette yang gemar berbelanja dan menggunakan fashion mahal (katanya sih uangnya pakai uang rakyat). Kebiasaan Maria Antoinette ini mengantarkannya ke hukuman pancung. Proverb yang tepat untuk dia adalah “Cilaka Ku Pamolah Sorangan“. Abad ini dikenal juga dengan Rococo.

Nama lain yang muncul pada abad ini adalah Charles Frederick Worth (13 Oktober 1825 – 10 Maret 1895) pria berkebangsaan Inggris yang tinggal dan memiliki usaha di Paris, Perancis. Bapak ini adalah tokoh utama Haute Couture, dari sumber yang sama dinyatakan pula bahwa beliau adalah tokoh utama di balik Court Presentation Dress. Pada abad ini pula lahirlah majalah tentang fashion, Vogue.

Ira menambahkan bahwasanya perkembangan trend fashion di dunia tidak terlepas dari majalah, tabloid, komentator, fashion reviewer, dan sekarang ada tambahan yaitu fashion blogger. Bahkan, ada yang memiliki kemampuan untuk memprediksikan apakah sebuah fashion akan menjadi trend atau tidak, hanya dalam beberapa menit saja. Aaaah, saya jadi teringat sebuah film “The Devil wears Prada”, setidaknya itu adalah beberapa film yang berisi tentang kehidupan dunia fashion dari sisi tabloid.

Pada kelas kemarin, diskusi mengalir begitu lancar sekali, karena banyak juga murid yang hadir berlatar belakang dari dunia fashion. Saya bisa bertanya dengan luas mengenai apa yang tidak saya mengerti. Seperti fashion trend forecast, fashion trendsetter, fashion influence, dan semua murid saling melengkapi hingga saya sedikit mengerti bahwa sebenarnya fashion ini bukan sesuatu yang kacangan dan mudah. Rumit, menarik, dan membutuhkan passion yang besar untuk menekuninya.

Bagi saya yang berlatarbelakang jauh dari dunia fashion, materi kelas kali ini memang memberikan nilai lebih. Terutama karena ini adalah dunia baru yang jauh sekali dari keseharian.

Terima kasih kepada @akberbdg, @iyaaiueo, @malarea, @runirac, dan partisipan yang lain.

means a lot, and makes me happy. nice class, nice share, and nice experience. berbagi bikin hepi, …

berbagi di Akademi Berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s