User Experience

Apa yang pertama muncul di kepala ketika mendengar user experience?

sejenak pikiran saya terbang dan terbersitlah salah satu usaha kopi, karena di tagline-nya waktu pertama muncul ke Indonesia, mereka selalu mengagungkan experience minum kopi, The St*rbucks Experience, Tapi apakah istilah experience itu yang dimaksud?

maka saya putuskan untuk hadir di acara ini “User Testing Day”, yang diadakan oleh Labtek Indie.

user testing day 2

Event Info (1)

Di luar dugaan, ternyata banyak juga yang hadir, dari berbagai kalangan bisnis dan usaha, bukan hanya usaha di bidang Teknologi Informasi, tapi banyak sekali. Bidang teknologi informasi tidak muncul begitu saja, tetapi karena ada salah satu pembicara yang memang hadir dari dunia IT, Microsoft. Bukan nama asing lagi.

user testing day

Suasana Ketika Acara Berlangsung (2)

Suasana berlangsung begitu cair, acara yang dikemas dengan model talkshow membuat acara begitu mengalir, istilah-istilah asing bertaburan, mungkin bagi sebagian orang awam relatif baru dan jarang didengar. Human Factor, Passion, Agile, Waterfall, dan lain sebagainya. Saya beruntung karena dulu tugas akhir tentang User Acceptance Model, jadi sedikit banyak bisa menangkap maksud dari para pembicara.

User Experience (atau UX) ini sebenarnya bukanlah hal baru, hanya istilahnya saja yang baru. Jika dalam dunia pengembangan produk dikenal dengan istilah User Acceptance Test (UAT), maka UX ini adalah UAT yang dikuatkan dengan melakukan riset yang lebih dalam, dengan teknik-teknik dan pendekatan-pendekatan tertentu yang lebih spesifik. Model dalam melakukan riset dibuat sedemikian fleksibel dengan memunculkan opsi-opsi yang akan muncul ketika user merasakan pengalaman mencoba produk baru, bukan hanya sekedar menerima atau menolak produk baru itu, sehingga lahirlah istilah User Experience, bukan hanya User Acceptance.

Riset User Experience ini dilakukan untuk mencari dan mengembangkan potensi perbaikan yang memungkinkan penyempurnaan produk yang sedang dikembangkan, dan bukan ajang untuk memaksakan kehendak/maksud prototype produk yang sedang dikembangkan, karena pada User Experience akan terfokus pada User, as subject and also Object (serasa kuliah ergonomi) hehe.

Kurang lebih, begitulah experience yang saya dapatkan dari hasil talkshow kemarin, banyak sekali manfaat. Thanks to para narasumber yang memberi banyak sekali insight for doin’ a lot of things😀 Mbak Ketut Sulistyawati, Naning Utoyo, & Rofiqi Setiawan.

last but not least, Rea yang memberikan informasi mengenai acara ini🙂

(1) & (2), Picture Courtesy Labtek Ind!e

relevant terms: User Acceptance Test, User Adoption Methods, Technology Acceptance Model, Fitting The Task To The Human, Task to Fit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s