Memoar sebelas tahun

ada rasa yang tertanam teramat dalam. sebegitu dalamnya hingga tak lagi mampu tergali untuk kukeluarkan, walau hanya dalam barisan kata dan suara.
entah, apa saja yang menjadi pemicu untuk menggalinya lebih dalam, lebih dalam, hingga jauh dalam sekali. terkenang dalam angan, tertahan dalam kerongkongan hingga tak mampu bunyikan pita suara. membebani tengkorak kepala, hingga tertunduk sulit untuk tegak, apalagi mendongak.
selalu ada dua sisi mata uang dalam segala hal. termasuk pada kejadian langka yang sering kali kita melihatnya sebagai sebuah hal yang bernuansa negatif, luka, perih, dan lubang yang menganga. pastilah tak jauh dari sana selalu ada obatnya, entah muncul tiba-tiba seperti ide, atau sudah lama namun tak kita sadari seperti halnya mata air.
bersikap selalu positif dan optimis, walau itu berat. berat sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s