sdm itu bikin pusing

kadang pusingnya ampe tujuh keliling

sumber daya manusia adalah salah satu elemen penting dalam menjalankan roda bisnis. bisnis apapun itu. tak jarang ada yang bilang bahwa aset perusahaan sesungguhnya ada di dalam manusianya itu sendiri. aset ini memang tidak bisa diuangkan sedemikian rupa sebagaimana aset perusahaan lainnya, tapi di baliknya aset ini yang mampu menciptakan uang.

berkesempatan mengikuti workshop tentang design thinking beberapa waktu yang lalu, memaksa saya kembali mengingat-ngingat bahan materi kuliah tentang system thinking, analytical thinking, dan berbagai ragam model dan metode thinking yang lainnya. cukup rumit saat itu, namun sekarang saya bisa sedikit banyak mengurai benang kusut yang selalu dihadapi di keseharian.

manusia adalah objek yang sangat unik, mereka tidak bisa disamakan dan diperlakukan sama antara satu dan lainnya. tak jarang, jika salah menangani objek yang satu ini, maka kekacauan lah yang kita panen di kemudian hari. ada beberapa elemen dasar yang menjadi kebutuhan manusia yang nampaknya semakin hari semakin banyak saja. kebutuhan ini kemudian menjadi perhitungan banyak perusahaan dalam menetapkan harga upah dan perlakuan. hanya saja, yang akan saya tuangkan pada tulisan ini bukan tentang upah, melainkan tentang perlakuan.

perlakuan adalah sebuah tindakan yang diambil oleh perusahaan dalam menghadapi dan berinteraksi dengan manusia/pegawai. perlakuan ini harus adil, adil dalam artian menempatkan sesuatu pada tempatnya, dan bukan adil dalam rangka menyamaratakan perlakuan terhadap pegawai yang satu dengan pegawai yang lainnya. jangan pernah lakukan itu, kecuali anda menghadapi pegawai yang tahunya hanya diperintah tanpa memiliki kemampuan analisis atau inisiatif.

mereka, yang memiliki kemampuan analisis, sintesis, bahkan mengkaji secara empiris harus diperlakukan sesuai dengan kebutuhan mereka. diajak berdiskusi saat mengambil keputusan, diajak bicara untuk merangkai sebuah solusi, atau diberikan ruang untuk berinteraksi dengan sesamanya di luar pekerjaan, dilindungi secara fisik dan mental di area pekerjaan dan bentuk interaksi mutualisme lainnya. itu pun jika perusahaan anda memang bergerak di bidang yang mengedepankan unsur manusia sebagai mesin produksinya, dan bukan machinery environment. tipikal orang seperti ini lebih membutuhkan ruang yang lebih lapang, dan sebuah penghargaan atas achievement yang telah diraih.

penghargaan tidak harus selalu berupa pujian, karena ini akan membuat orang tinggi hati. penghargaan bisa dalam bentuk ucapan selamat, ungkapan terima kasih, atau hal kecil lainnya yang memang berlaku sesuai konteks dan situasi saat itu. banyak sekali sdm yang memilih meninggalkan lingkungannya, menuju lingkungan yang lain, bukan karena faktor finansial, melainkan faktor ketidaksesuaian yang mereka anggap layak untuk didapatkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s