#Lawangbuku tutup hari ini

Memilih ragam buku bacaan atau cerita untuk anak di rumah

Lawang Buku. Lawang yang berarti celah besar, pintu, lubang, suatu ruang yang bisa dilalui. Mungkin itu tujuan sang pemilik #lawangbuku memberi nama toko bukunya, ah tidak tepat juga kalau disebut toko buku, karena fitur yang saya dapatkan dari tempat ini lebih dari sekedar tempat membeli buku.

whatsapp-image-2016-10-04-at-16-15-25-1

berdiskusi tentang content buku

Adalah Deni Rahman, sang empunya tempat (lebih tepat saya sebut community hub) yang mempertemukan saya dengan buku-buku ‘aneh’ dan relatif ‘oldies’. Dari #lawangbuku pula saya jadi mulai terbiasa bertanya terkait buku, majalah, tabloid, dan beragam media cetak lainnya yang saya cari. Biasanya saya suka disimpankan buku-buku bergenre sastra zaman baheula, mulai dari Hamka, STA, Marah Rusli, hingga pengarang kekinian. Hanya Pablo Neruda yang belum sempat saya tanyakan sama kang Deni😀

Digerus zaman dan kekuatan finansial yang mungkin dirasa berat untuk jenis usaha unik seperti ini. Sebuah usaha yang memang dijalankan dengan peluh dan keikhlasan, karena selain mencari materi, #lawangbuku diciptakan untuk meningkatkan literasi. Sebuah nilai yang kian jarang ditanamkan dalam sebuah bisnis.

Oleh-oleh Buku Bandung, sebuah terobosan baru, memaketkan banyak ragam buku tentang Bandung dalam sebuah paket. Memperkenalkan ragam rupa Bandung melalui buku-buku yang mungkin jarang ditemukan di toko buku biasa. #lawangbuku adalah surga bagi peminat buku langka, pencari buku dengan minat khusus, istimewanya kita bisa berdiskusi dengan sang empunya tentang buku itu sendiri. Sebuah paket komplit yang tidak bisa didapatkan di toko buku kebanyakan.

membaca dan ngobrol tentang buku, menurunkan tensi dan memperbanyak senyum

Perubahan model bisnis ini tentu sedikit banyak menguras emosi, hanya bisa berjumpa ketika ada event atau pameran. Mungkin akan menjadi sebuah kehilangan ketika kita menyentuh bau buku, aroma yang biasa kita temukan di kuitang, palasari, dewi sartika, atau tjihapit. Berganti menjadi tatapan penuh rasa kepenasaran di layar selebar 15 inchi di hadapan. Setiap harap sentuhan, harus menunggu waktu. Semoga model bisnis yang baru bisa memberikan angin segar, memberikan lompatan yang jauh lebih dahsyat dan terus berkembang. Ada kesempatan rehat untuk bisa melejitkan potensi, dengan bantuan tools Osterwalder Business Model Canvas dan Customer Journey🙂

Memang sebuah candaan jika #lawangbukututup hanya merupakan strategi marketting saja, sehingga #lawangbukubukalagi akan muncul tidak lama setelah waktu berselang. Kalau perlu, kita bikin petisi #bukalawangbuku. hehehe.
.
.
#lawangbuku #lawangbukututup #tokobukulawas #tokobukulangka #communityhub #komunitasbukubandung #salamliterasi #literasi #denirahman #baltos #lembangheritage #baluburtownsquare

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s