Pengelolaan

pengelolaan itu juga seni, bukan sekadar urusan teknis

Pengelolaan, orang pintar nyebutnya manajemen, orang lebih pintar nyebutnya sistem, yang lain lagi nyebutnya ngurusin. Segala atribut disebutkan untuk urusan yang satu ini, berbagai tujuan dituliskan, berbagai gaya diterapkan. Padahal, ujung-ujungnya sama, bagaimana meningkatkan produktivitas. Itulah sesungguhnya hal yang dicari.

Meningkatkan produktivitas bukanlah sebuah hal yang berdiri sendiri, ada banyak aspek di dalamnya, mulai dari supply bahan baku yang berkualitas, proses produksi yang kontinyu dan terkontrol (pengawasan kualitas), sampai dengan distribusi bahan akhir yang menjadi salah satu bagian penting. Percuma Sayang bikin barang bagus kalau ga bisa dijual.

Pengelolaan itu juga seni, bukan sekedar urusan teknis. Ngurus orang itu ga bisa sekedar hanya ngomong A dan B, kadang harus ditunjukkan, kadang harus dibelai, kadang harus dipecut, kadang juga harus diberikan tekanan. Ngurus mesin mungkin lebih mudah, proses maintenance-nya relatif terukur (walau kadang mahal dan harus ditangani oleh orang yang tepat). Tapi mengurusnya tidak perlu pakai perasaan, dan parameternya relatif lebih sederhana dibandingkan ngurus orang. Mengelola sebuah sistem yang berisi manusia sedikit banyak jauh lebih rumit, banyak hal yang bersifat elementer yang perlu dipikirkan.

Mengukur kinerja bisa menggunakan KPI, tapi bagian terpenting dari KPI adalah adanya sebuah penugasan yang jelas, adanya peran dan tanggung jawab yang secara proporsional logis dan sesuai, serta tentunya ada hadiah dan hukuman yang mengikuti. Hal-hal tadi bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan kuantitatif kontribusi yang harus diberikan, tapi tidak menjadi ukuran kenyamanan dalam bekerja.

Memberi tugas itu tidak mudah, karena si pemberi tugas harus mengetahui kapasitas mereka yang diberi tugas. Ketika terjadi ketimpangan kemampuan/kapasitas, maka yang akan terjadi adalah bottle neck. Mereka yang memiliki kemampuan lebih dari yang lain akan mendapatkan tugas lebih banyak, sementara di sisi lain mereka yang memiliki kemampuan yang lebih kurang akan kekurangan pekerjaan. Jika hal seperti ini terjadi, maka kualitas pekerjaan tidak akan mencapai hasil maksimal, karena yang menjadi target adalah ‘asal deliver’, terlepas dari konteks kualitas yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan persyaratan deliverable. Alasannya adalah klasik: perhatian yang terbagi, waktu yang kurang, dan lelah.

Lalu, bagaimana untuk mengurangi ketimpangan kemampuan. Transfer knowledge saat ini masih menjadi senjata, tapi knowledge management kadang menjadi bagian terlupakan. Sekedar menyampaikan, tapi tidak menghitung apakan mereka yang mendapatkan knowledge paham atau tidak. Upaya yang lain yang bisa dilakukan adalah dengan ‘menyekolahkan’ apakah dengan menugaskan mengikuti seminar, pelatihan, atau bahkan job on training pada beberapa projek yang sedang dijalankan. Respect menjadi bagian penting lain dalam proses ini. Mengetahui tugas dan porsi, menghargai peranan orang lain, menjaga ritme dalam sebuah team, dan memberikan hormat pada anggota tim yang lain adalah sebuah kemampuan yang perlu ditanamkan sejak dini. Empati adalah kunci. Tapi tidak terlupa, bagian penting dari proses ini adalah mendapatkan masukan (input) sumber daya yang memadai.

Pengelolaan adalah seni, bukan urusan teknis saja. Pengelolaan itu harus bisa dinamis dan adaptif, bisa memberikan influence antara proses yang satu dengan proses yang lain, bisa berubah sesuai kondisi di lapangan, bisa mengetahui dengan cepat ketika terjadi pembiasan atau abnormalitas dalam sistem, atau sekedar melakukan observation for improvement untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Pengelolaan adalah seni, tidak ada rumus yang tetap dan berlaku umum untuk di setiap tempat, kondisi, dan keadaan. Tapi seni adalah seni, hanya para seniman yang memahami dan mengerti setiap aspeknya.

 

nb. ilustrasi diambil dari Internet, link-nya lupa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s