Scheduling

Perbaiki Jadwal Solatmu agar Allah Mengatur Jadwal Hidupmu*

Sebagai bagian dari mereka yang pernah belajar tentang scheduling (penjadwalan) tentu akan sepakat bahwa sesungguhnya penjadwalan adalah bagian penting dari sebuah perencanaan. Ada banyak teori yang menyatakan bagaimana sebaiknya penjadwalan itu dibuat. Bahkan, penjadwalan ini akan sangat erat hubungannya dengan floor plan sampai harus dihitung waktu bakunya. Intinya, semakin baik penjadwalan maka akan semakin efektif proses produksi yang dilakukan dan semakin efisien biaya yang dikeluarkan.

Tapi bagaimana dengan penjadwalan dalam kehidupan kita? ah, kebetulan saat ini penjadwalan saya sekarang sedang berantakan, banyak hal yang luput padahal biasanya segala sesuatu saya perhitungkan dan estimasi. Usut punya usut ternyata jadwal sholat saya beratakan. Kalau orang lain merasakan manfaat dari memperbaiki sholat yang berdampak pada membaiknya kehidupan mereka, maka saya termasuk ke dalam golongan yang satu lagi, mereka yang berantakan hidupnya karena jadwal sholatnya yang berantakan.

Entah sejak kapan saya merasa lalai, entah sejak kapan saya sholat selalu di waktu injury time. Sehingga tidak jarang jadwal kegiatan yang sudah dirinci sedemikian rupa berantakan di saat-saat terakhir, entah karena miskomunikasi, entah karena hambatan eksternal atau karena kesalahan non-teknis. Miris memang.

Suatu ketika saya pernah mentertawakan (dalam hati) seseorang yang ingin memperbaiki jadwal sholatnya, dan sekarang saya merasakan betapa sombongnya saya saat itu, padahal sholat subuh aja tekor mulu. Sholat dzuhur malah duluin makan dulu, sholat ashar santai dulu, sholat maghrib malah saya tempel ke isya karena masih di jalan, eh pas giliran sholat isya saya tunda ke tengah malam. What kind of fuckin life that I have today, shameless one.

Maka semuanya harus diawali dengan niat, maka semuanya harus diawali dari keinginan, maka semuanya harus diawali dengan rasa syukur. Mungkin saya termasuk orang terkena hukuman istidraj, mungkin juga saya tengah dihukum di dunia. Bukan dengan siksaan, tapi dengan kesulitan mendirikan sholat dengan baik. Sehingga salah seorang sahabat saya mengatakan, mungkin sholat saya kecepetan, mungkin sholat saya berantakan. Walaupun ia saya dirikan, tapi mungkin ia tak berdiri, sholatnya hanya sebagai penggugur kewajiban dan bukan pemenuh kebutuhan. Ampun Gusti.

Ketika kegelisahan muncul bukan karena lemahnya diri, tapi karena melihat orang lain lebih kuat. Bukan karena kekurangan diri, tapi karena melihat orang lain berkelebihan. Padahal tiap orang memiliki porsinya masing-masing. Padahal tiap orang memiliki jatah rezekinya masing-masing, padahal tidap orang memiliki jalan kesuksesan dan kebahagiaan masing-masing.

Rumput tetangga akan selalu lebih hijau, dan akan selalu begitu adanya. Walau sekedar urusan sudut pandang, tapi ini dapat berakibat fatal.Bisa jadi orang lain tak mengeluh bukan karena tidak memiliki masalah, tetapi karena lihai menyembunyikan keluh kesahnya. Bisa jadi orang lain terlihat selalu bahagia, padahal bisa jadi karena ia bisa bersyukur dengan kekurangan yang dimilikinya.

Ini lah saya saat ini, selalu merasa tidak beruntung, selalu merasa gelisah, selalu merasa tidak tenang. Dan bisa jadi permasalahan itu berawal dari dua buah sebab. Karena jidat saya sudah jauh dari sajadah, dan mata saya jarang bertemu dengan barisan huruf arab.

Ampuni aku, Gusti. Mohon ampunan. mohon ampunan. mohon ampunan. gerakkan hati ini, gerakkan jiwa ini, gerakan nafsi ini. terangi ia, hilangkan kegelapan di dalamnya.

 

*disclaimer. saya belum mendapatkan sumber asli dari frase tersebut. frase tersebut bukanlah milik saya, tapi sering saya baca dalam berbagai tulisan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s